Sabtu, 06 Jun 2026 19:49 WIB

Remaja Keterbelakangan Mental di Sedati Sidoarjo Tangannya Diikat 15 Tahun

Kondisi Rizki saat ditemui di rumahnya. (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Kondisi Rizki saat ditemui di rumahnya. (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kisah mengharukan datang dari seorang remaja bernama Rizki Ubaidillah (19) warga Betro, Sedati, Sidoarjo. Rizki harus diikat tangannya dengan kain sejak berumur 5 tahun.

Hal tersebut terpaksa dilakukan kedua orang tuanya karena tak tega melihat anaknya mencakar dan memukul kepalanya hingga luka dan berdarah dengan tangannya sendiri.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Anak pertama dari Aryadi (49) dan Umi Mufidah (41) tersebut diduga mengalami keterbelakangan mental.

Siti Romlah nenek Rizki saat ditemui di rumahnya mengaku, bahwa hal ini terpaksa dilakukan agar tak melihat cucu kesayangannya merasa kesakitan.

Keanehan perilaku cucunya baru diketahui setelah berumur 4 tahun. Tidak seperti anak pada umumnya, Rizki memiliki perbedaan secara signifikan dari teman-teman sebayanya.

"Saya melihat cucu saya kasihan. Seharusnya dia sudah lulus sekolah SMA seperti temannya, tetapi cucu saya seperti ini keadaannya," ujar Siti Romlah. Selasa (21/2/2023).

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Lebih lanjut, Siti mengungkapkan bahwa selama ini, Rizki tidak pernah mengenyam bangku sekolah sama sekali.

"Kami terpaksa mengikatnya sejak umur kisaran 5 tahunan hingga sekarang. Untuk pendidikan kami jujur bahwa Rizki ini tidak disekolahkan," ungkapnya.

Menjawab respon yang dilaporkan masyarakat, Wakil Bupati Sidoarjo Subandi yang mengunjungi rumah Rizki menegaskan bahwa Rizki harus segera ditangani oleh rumah sakit.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

"Saya sudah meminta tolong bantuan kepada Kadinkes untuk dilakukan perawatan di rumah sakit terlebih dahulu," ujar Subandi.

Ketua DPC PKB Sidoarjo itu mengatakan bahwa semua masyarakat berhak mendapat pelayanan dan penanganan dari pemerintah terkait kondisi kejiwaannya ataupun pendidikannya.

"Jika kondisinya sudah membaik, selanjutnya akan ditawarkan kepada keluarganya soal pendidikannya. Mungkin belajar di sekokah luar biasa (SLB) atau lainnya," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.