Jumat, 24 Jul 2026 08:41 WIB

Ooo....Ini Alasan PAN Ikut Peringatan 1 Abad NU

Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf saat menghadiri simposium nasional PAN memeringati 1 Abad NU di Surabaya. (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf saat menghadiri simposium nasional PAN memeringati 1 Abad NU di Surabaya. (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Partai Amanat Nasional (PAN) sukses menggelar simposium nasional dalam rangka peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU). Tidak tanggung-tanggung acara yang diselenggarakan di Hotel Sheraton, Surabaya pada Sabtu (18/2/2023) malam.

Dalam kegiatan itu terlihat Ketua Umum (Ketum) PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) dan Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) hadir bersama. Agenda tersebut dilaksanakan cukup meriah, secara politis, karena dihadiri para petinggi PAN, NU, hingga tokoh-tokoh Muhammadiyah.

Baca Juga: Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Timbul pertanyaan, apa latar belakang PAN yang kental dengan Muhammadiyah ini ikut memperingati 100 tahun NU?

Ditemui usai acara, Wakil Ketua DPW PAN Jatim, Agung Supriyanto mengatakan, visi dan misi NU dalam peringatan 1 Abad NU di Sidoarjo kemarin cukup menggetarkan pihaknya di internal partai.

Ditambah, perjalanan yang telah ditempuh NU di usia yang ke-100 ini dirasa PAN telah memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan manusia di Indonesia.

"Sebagaimana yang disampaikan Gus Yahya, bahwa semangat NU dalam menyambut abad kedua dengan tagline menjaga persatuan umat dan persatuan kebangsaan sinkron dengan apa yang dilakukan PAN saat ini," kata Agung, sapaan akrabnya, Sabtu (18/2/2023) malam.

Agung menambahkan, visi dan misi NU cukup relevan jika harus dikerjasamakan dengan PAN. Salah satunya adalah menguatkan instrumen lain untuk membangun sinergitas dengan berbagai ormas lainnya.

"Komponen yang lain adalah NU," imbuh Agung.

Selama ini, lanjut Agung, Ketua DPW PAN Jatim Riski Sadig telah menjadi percontohan sukses sebagai ketua parpol yang bisa berkolaborasi antara Muhammadiyah dengan NU.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Sambutan Gus Yahya saat menghadiri simposium nasional PAN dalam rangka 1 Abad NU. (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)Sambutan Gus Yahya saat menghadiri simposium nasional PAN dalam rangka 1 Abad NU. (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Sehingga, wajar jika Ketum PBNU Gus Yahya berkenan hadir dan memberikan gagasan kepada PAN, sebagaimana untuk mengurai polarisasi masa yang disebabkan oleh parpol.

"Gus Yahya sangat memberi respons atas gagasan ide besar PAN. Misalnya, di saat kondisi masyarakat yang saat ini terjadi polarisasi akibat gesekan sosial politik, menyatunya persepsi dan hati antara organisasj Islam Indonesia antara Muhammadiyah dan NU telah diinisiasi PAN. Saya pikir ini sebagai gagasan besar yang diharapkan semua pihak," jelas politisi dapil Bojonegoro-Tuban itu.

Lantas seberapa dekat PAN dengan NU?

Agung menerangkan, kedekatan antara PAN dengan NU sebetulnya telah terjalin lama. Itu terbukti dari aktifnya Ketua PAN Jatim yang rajin silatirahmi dengan beberapa ulama dan pesantren yang kental dengan kultur NU.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Mas Riski ini sangat intens melakukan komunikasi, dan alhamdulillah silaturahmi ini berjalan dengan baik dan sangat lancar karena cita-cita NU dan PAN punya semangat yang sama, bagaimana bangsa Indonesia ini terhindar dari perpecahan," ia menjelaskan.

Ia juga berkomitmen, hubungan baik antara NU, PAN, dan Muhammadiyah ini akan terus dijaga, sesuai dengan tagline menjaga kerukunan umat dan keutuhan bangsa.

Sebelumnya, Gus Yahya telah menyebut tidak mengharamkan warga NU untuk memilih PAN. Gus Yahya, juga sempat melempar pujian kepada PAN sebagai partai, yang belakangan ini terlihat lebih terbuka dalam berpolitik. Bukan seperti sebelum-sebelumnya, yang kental dengan nuansa Muhammadiyahnya.

"Saya sebagai Ketua Umum PBNU mengatakan bahwa orang NU tidak haram mencoblos PAN. Tapi, PAN tetap sebagai Partai Amanat Nasional, bukan menjadi Partai NU," kata Gus Yahya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.