Sabtu, 06 Jun 2026 17:08 WIB

Rais Syuriah PBNU Nilai Kebijakan Pemerintah Soal Rokok Keterlaluan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Minggu, 05 Feb 2023 18:25 WIB
Suasana bahtsul masail nasional PBNU di Bangil, Pasuruan (Foto: Moch Rois/jatimnow.com)
Suasana bahtsul masail nasional PBNU di Bangil, Pasuruan (Foto: Moch Rois/jatimnow.com)

jatimnow.com - Rais Syuriah PBNU, KH Azizi Hasbulloh menilai pemerintah sering membuat peraturan yang menakutkan, tapi eksekusinya melempem.

Hal itu disampaikan Kiai Azizi Hasbulloh saat pembahasan RUU Pengawasan Obat dan Makanan, dalam acara Bahtsul Masail Nasional PBNU di Pondok Pesantren (Ponpes) Canga'an, Bangil, Pasuruan, Minggu (5/2/2023).

Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

"Seringkali pemerintah dengan peraturan yang dibuatnya memunculkan banyak ketakutan dan kesimpangsiuran di masyarakat. Termasuk dalam hal pengawasan obat dan makanan. Akan tetapi dalam hal pengawasan dan pelaksanaan peraturan perundang-undangan itu sendiri justru melempem," jelas Kiai Azizi Hasbulloh.

Dia memandang pemerintah pusat kerap kali menetapkan peraturan yang ketat terhadap hal-hal yang seharusnya tidak perlu diatur atau dibatasi. Contohnya adalah produk rokok.

Bagi Kiai Azizi, ketatnya kebijakan pemerintah tentang rokok saakan seperti menghajar dengan peraturan yang tidak jelas.

"Lihat saja bagaimana kebijakan pemerintah tentang rokok. Peraturan yang ada terkait rokok ini sudah berlebihan. Rokok seakan-akan dianggap sebagai pembunuh, padahal faktanya? Saya kira pemerintah harus proporsional dalam hal ini, jangan manut dengan kepentingan yang tidak jelas, yang justru akan merugikan petani tembakau dan masyarakat pekerja industri hasil tembakau," ungkapnya.

Baca Juga: Muktamar NU, Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi

Sebelumnya, 100 ulama Nahdatul Ulama (NU) membahas Rancangan Undang-undang (RUU) Obat dan Makanan dalam acara Bahtsul Masail Nasional peringatan 1 abad NU di Ponpes Canga'an, Pasuruan.

Dalam pembahasan yang dilakukan sejak Sabtu (4/2) sampai Minggu (5/2) ini, telah menghasilkan beberapa draft pandangan terhadap RUU Pengawasan Obat dan Makanan.

Namun, poin-poin hasil bahtsul masail tersebut masih akan dikonsultasikan kepada Dewan Syuriah PBNU, untuk kemudian mendapat keputisan dan dilakukan pers rilis.

Baca Juga: Menghitung Arah Muktamar NU: Siapa Berpeluang Menang?

"Sudah selesai. Draft hasil Bahtsul Masail Nasional hari ini dikirimkan ke Dewan Syuriah. Setelah mendapat keputusan dari Dewan Syuriah, baru dilakukan pers rilis," jelas Dewan Perumus Lembaga Bahtsul Masail PBNU (LBM PBNU), KH Kholili Kholil.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.