Sabtu, 06 Jun 2026 16:02 WIB

100 Ulama PBNU Bahas RUU Pengawasan Obat dan Makanan di Pasuruan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Minggu, 05 Feb 2023 17:00 WIB
Suasana bahtsul masail nasional PBNU di Bangil, Pasuruan (Foto: Moch Rois/jatimnow.com)
Suasana bahtsul masail nasional PBNU di Bangil, Pasuruan (Foto: Moch Rois/jatimnow.com)

jatimnow.com - 100 ulama Nahdatul Ulama (NU) membahas Rancangan Undang-undang (RUU) Obat dan Makanan dalam acara Bahtsul Masail Nasional peringatan 1 Abad NU di Pondok Pesantren (Ponpes) Canga'an, Gempeng, Bangil, Pasuruan.

Pembahasan yang dilakukan sejak Sabtu (4/2) sampai Minggu (5/2) itu telah menghasilkan beberapa draft pandangan terhadap RUU Pengawasan Obat dan Makanan.

Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

Namun, poin-poin hasil bahtsul masail tersebut masih akan dikonsultasikan kepada Dewan Syuriah PBNU, untuk kemudian mendapat keputusan dan dilakukan pers rilis.

"Sudah selesai. Draft hasil bahtsul masail nasional hari ini dikirimkan ke Dewan Syuriah. Setelah mendapat keputusan dari Dewan Syuriah, baru dilakukan pers rilis," jelas Dewan Perumus Lembaga Bahtsul Masail PBNU (LBM PBNU), KH Kholili Kholil, Minggu (5/2/2023).

Dalam jalannya pembahasan RUU Pengawasan Obat dan Makanan tersebut, narasumber berbagai bidang dihadirkan untuk memberikan pemaparan terlebih dahulu. Di antaranya Wakil Rais Aam PBNU Afifuddin Muhajir, Anggota Wantimpres RI Sidarto Danusubroto, perwakilan Kemenko PMK, Wakil Ketua Komisi 9 DPR RI Ninik Wafiroh.

Ketua LBM PBNU, KH Mahbub Maafi Ramdan mengatakan bahwa NU sangat menganggap penting isu kesehatan. Salah satu cara untuk menopang kesehatan masyarakat adalah terkait pengawasan obat dan makanan.

Baca Juga: Muktamar NU, Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi

"Pengawasan setelah edar atau post market harapan kami itu penting harus lebih diperkuat. Kami berharap RUU ini mengarah ke sana juga. Kalau BPPOM diberikan kewenangan lebih, kenapa tidak? Saya kira begitu," tambahnya.

Diketahui, selain membahas RUU tentang Pengawasan Obat dan Makanan, dalam forum bahtsul masail nasional PBNU itu juga membahas beberapa hal lain.

Di antaranya konsep Al-I'anah 'Ala al-Ma'shiyah. Dalam konteks tersebut setidaknya ada beberapa isu sensitif yang bisa dijadikan sebagai contoh.

Baca Juga: Menghitung Arah Muktamar NU: Siapa Berpeluang Menang?

Misalnya, seorang muslim bekerja di rumah milik non-muslim, di mana salah satu pekerjaannya adalah membersihkan perabotan dapur yang tersentuh makanan najis seperti babi, menjadi tukang dalam pembangunan gereja, bekerja sebagai pelayan di bar, menjadi kurir dari perusahan minuman keras, menyewakan rumah untuk kegiatan agama lain, atau sebuah perusahan menjual etanol kepada perusahaan pembuat minuman keras.

Bahkan dalam skala yang lebih luas, menyangkut juga kerjasama antara negara mayoritas berpenduduk muslim dengan negara mayoritas penduduknya non-muslim.

Kemudian tema terakhir yang dibahas dalam bahtsul masail nasional tersebut adalah sumpah sebagai alat bukti pemerkosaan.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.