Rabu, 22 Jul 2026 12:12 WIB

100 Ulama PBNU Bahas RUU Pengawasan Obat dan Makanan di Pasuruan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Minggu, 05 Feb 2023 17:00 WIB
Suasana bahtsul masail nasional PBNU di Bangil, Pasuruan (Foto: Moch Rois/jatimnow.com)
Suasana bahtsul masail nasional PBNU di Bangil, Pasuruan (Foto: Moch Rois/jatimnow.com)

jatimnow.com - 100 ulama Nahdatul Ulama (NU) membahas Rancangan Undang-undang (RUU) Obat dan Makanan dalam acara Bahtsul Masail Nasional peringatan 1 Abad NU di Pondok Pesantren (Ponpes) Canga'an, Gempeng, Bangil, Pasuruan.

Pembahasan yang dilakukan sejak Sabtu (4/2) sampai Minggu (5/2) itu telah menghasilkan beberapa draft pandangan terhadap RUU Pengawasan Obat dan Makanan.

Baca Juga: Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Namun, poin-poin hasil bahtsul masail tersebut masih akan dikonsultasikan kepada Dewan Syuriah PBNU, untuk kemudian mendapat keputusan dan dilakukan pers rilis.

"Sudah selesai. Draft hasil bahtsul masail nasional hari ini dikirimkan ke Dewan Syuriah. Setelah mendapat keputusan dari Dewan Syuriah, baru dilakukan pers rilis," jelas Dewan Perumus Lembaga Bahtsul Masail PBNU (LBM PBNU), KH Kholili Kholil, Minggu (5/2/2023).

Dalam jalannya pembahasan RUU Pengawasan Obat dan Makanan tersebut, narasumber berbagai bidang dihadirkan untuk memberikan pemaparan terlebih dahulu. Di antaranya Wakil Rais Aam PBNU Afifuddin Muhajir, Anggota Wantimpres RI Sidarto Danusubroto, perwakilan Kemenko PMK, Wakil Ketua Komisi 9 DPR RI Ninik Wafiroh.

Ketua LBM PBNU, KH Mahbub Maafi Ramdan mengatakan bahwa NU sangat menganggap penting isu kesehatan. Salah satu cara untuk menopang kesehatan masyarakat adalah terkait pengawasan obat dan makanan.

Baca Juga: Viral Ricuh di Pintu Masuk Bromo, TNBTS Klaim Pemukulan Refleks Bela Diri

"Pengawasan setelah edar atau post market harapan kami itu penting harus lebih diperkuat. Kami berharap RUU ini mengarah ke sana juga. Kalau BPPOM diberikan kewenangan lebih, kenapa tidak? Saya kira begitu," tambahnya.

Diketahui, selain membahas RUU tentang Pengawasan Obat dan Makanan, dalam forum bahtsul masail nasional PBNU itu juga membahas beberapa hal lain.

Di antaranya konsep Al-I'anah 'Ala al-Ma'shiyah. Dalam konteks tersebut setidaknya ada beberapa isu sensitif yang bisa dijadikan sebagai contoh.

Baca Juga: UNUSA Tembus 3 Besar Nasional Bidang Kesehatan Versi THE Impact 2026

Misalnya, seorang muslim bekerja di rumah milik non-muslim, di mana salah satu pekerjaannya adalah membersihkan perabotan dapur yang tersentuh makanan najis seperti babi, menjadi tukang dalam pembangunan gereja, bekerja sebagai pelayan di bar, menjadi kurir dari perusahan minuman keras, menyewakan rumah untuk kegiatan agama lain, atau sebuah perusahan menjual etanol kepada perusahaan pembuat minuman keras.

Bahkan dalam skala yang lebih luas, menyangkut juga kerjasama antara negara mayoritas berpenduduk muslim dengan negara mayoritas penduduknya non-muslim.

Kemudian tema terakhir yang dibahas dalam bahtsul masail nasional tersebut adalah sumpah sebagai alat bukti pemerkosaan.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.