Rabu, 22 Jul 2026 16:44 WIB

20 Ton Beras Murah Digelontor Pemprov Jatim dalam Operasi Pasar di Sidoarjo

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau operasi pasar beras di Sidoarjo (Foto: Humas Pemprov Jatim for jatimnow.com)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau operasi pasar beras di Sidoarjo (Foto: Humas Pemprov Jatim for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemprov Jatim berupaya memastikan distribusi beras di wilayahnya lancar, dengan harga kembali normal. Salah satu caranya dengan memasifkan operasi pasar beras murah.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kembali memantau pelaksanaan operasi pasar beras murah hari kedua, di Pasar Larangan Sidoarjo. 20 ton beras digelontorkan di sini, untuk disalurkan ke pedagang serta masyarakat.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Rotasi 6 Pejabat Pemprov Jatim, Ini Susunannya

Antusiasme pedagang dan masyarakat terlihat sejak pukul 07.30 WIB, Minggu (5/2/2023), setibanya beras pasokan dari Bulog.

Operasi pasar ini hasil kolaborasi Pemprov Jatim dengan Pemkab Sidoarjo, Bulog dan PT. Jatim Graha Utama. Operasi pasar beras murah ini merupakan rangkaian dari operasi pasar yang akan terus digelar di seluruh kabupaten dan kota di Jatim sampai harga beras kembali stabil.

"Jadi mulai kemarin, saya minta pemprov, pemkab dan pemkot, semuanya ikut melakukan intervensi bagi perluasan distribusi beras yang untuk medium di kisaran Rp45 sampai 46 ribu per 5 kilogram (kg)," ujar Khofifah.

Sebelumnya, pada operasi pasar beras murah juga digelar di Surabaya. Beras medium dijual dengan harga Rp 9.200/kg atau Rp 46.000/5kg. Sedangkan di Sidoarjo kali ini, beras medium dijual lebih murah dengan harga Rp 9.000/kg atau Rp 45.000/5kg.

Harga tersebut juga tercatat lebih rendah dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras medium yaitu Rp 9.450/kg.

Baca Juga: 600 Siswa SDIT El Haq Ikuti Microplastic Journey, Perkuat Sekolah Bebas Plastik

"Kalau di sini tadi saya lihat untuk beras medium dijual di harga Rp 9.000/kg. Ini artinya masih di bawah HET yaitu Rp 9.450/kg," tegas Khofifah.

Khofifah kembali meminta kerjasama seluruh stakeholder terkait, salah satunya distributor, agar ikut membantu proses percepatan distribusi beras kepada konsumen, dengan harga maksimal sesuai HET yaitu Rp9.450/kg.

Dia berharap, melalui operasi pasar semacam ini bisa meningkatkan daya beli masyarakat. Hal ini mengingat beras merupakan kebutuhan pokok yang menjadi prioritas bagi masyarakat.

Baca Juga: Misi Dagang Jatim-Riau Naik 3 Kali Lipat, Transaksi Tembus Rp 1 Triliun

"Bersama-sama kita ikhtiarkan supaya kebutuhan pokok masyarakat semua bisa makin terjangkau sehingga daya belinya makin meningkat," pungkas Khofifah.

 

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.