Minggu, 07 Jun 2026 02:41 WIB

20 Ton Beras Murah Digelontor Pemprov Jatim dalam Operasi Pasar di Sidoarjo

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau operasi pasar beras di Sidoarjo (Foto: Humas Pemprov Jatim for jatimnow.com)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau operasi pasar beras di Sidoarjo (Foto: Humas Pemprov Jatim for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemprov Jatim berupaya memastikan distribusi beras di wilayahnya lancar, dengan harga kembali normal. Salah satu caranya dengan memasifkan operasi pasar beras murah.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kembali memantau pelaksanaan operasi pasar beras murah hari kedua, di Pasar Larangan Sidoarjo. 20 ton beras digelontorkan di sini, untuk disalurkan ke pedagang serta masyarakat.

Baca Juga: KPK Angkut 2 Koper Hitam Usai Periksa 15 Saksi Dana Hibah Jatim di Probolinggo

Antusiasme pedagang dan masyarakat terlihat sejak pukul 07.30 WIB, Minggu (5/2/2023), setibanya beras pasokan dari Bulog.

Operasi pasar ini hasil kolaborasi Pemprov Jatim dengan Pemkab Sidoarjo, Bulog dan PT. Jatim Graha Utama. Operasi pasar beras murah ini merupakan rangkaian dari operasi pasar yang akan terus digelar di seluruh kabupaten dan kota di Jatim sampai harga beras kembali stabil.

"Jadi mulai kemarin, saya minta pemprov, pemkab dan pemkot, semuanya ikut melakukan intervensi bagi perluasan distribusi beras yang untuk medium di kisaran Rp45 sampai 46 ribu per 5 kilogram (kg)," ujar Khofifah.

Sebelumnya, pada operasi pasar beras murah juga digelar di Surabaya. Beras medium dijual dengan harga Rp 9.200/kg atau Rp 46.000/5kg. Sedangkan di Sidoarjo kali ini, beras medium dijual lebih murah dengan harga Rp 9.000/kg atau Rp 45.000/5kg.

Harga tersebut juga tercatat lebih rendah dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras medium yaitu Rp 9.450/kg.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

"Kalau di sini tadi saya lihat untuk beras medium dijual di harga Rp 9.000/kg. Ini artinya masih di bawah HET yaitu Rp 9.450/kg," tegas Khofifah.

Khofifah kembali meminta kerjasama seluruh stakeholder terkait, salah satunya distributor, agar ikut membantu proses percepatan distribusi beras kepada konsumen, dengan harga maksimal sesuai HET yaitu Rp9.450/kg.

Dia berharap, melalui operasi pasar semacam ini bisa meningkatkan daya beli masyarakat. Hal ini mengingat beras merupakan kebutuhan pokok yang menjadi prioritas bagi masyarakat.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

"Bersama-sama kita ikhtiarkan supaya kebutuhan pokok masyarakat semua bisa makin terjangkau sehingga daya belinya makin meningkat," pungkas Khofifah.

 

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.