Kamis, 25 Jun 2026 10:39 WIB

Sirup Siropen, Minuman Bangsawan Belanda Diproduksi di Surabaya sejak 1923

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Kamis, 02 Feb 2023 13:37 WIB
Laode Muhammad Alfianian Zaadi, pengelolah Sirup Siropen saat menunjukkan sirup dengan kemasan botol, yang merupakan minuman para bangsawan sejak zaman Belanda. (Foto-foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)
Laode Muhammad Alfianian Zaadi, pengelolah Sirup Siropen saat menunjukkan sirup dengan kemasan botol, yang merupakan minuman para bangsawan sejak zaman Belanda. (Foto-foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)

jatimnow.com - Anak-anak muda zaman sekarang mungkin tak banyak yang tahu dengan nama Siropen Telasih atau biasa dikenal dengan Sirup Siropen. Padahal, minuman sejenis limun ini adalah sirup legendaris di Kota Surabaya.

Tak hanya legendaris, minuman yang mampu menyegarkan tenggorokan ini bahkan telah diakui warga Belanda.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Laode Muhammad Alfianian Zaadi, pengelolah Sirup Siropen menceritakan, minuman dalam kemasan botol itu diproduksi di Surabaya sejak tahun 1923, namun justru dikenal di luar negeri.

"Minuman sirup ini sudah tiga generasi, sejak zaman Belanda hingga sekarang. Sayangnya, justru jarang dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat lokal," kata Laode saat ditemui jatimnow.com, Rabu (1/2/2023).

Menurut dia, sirup ini mempunyai aroma yang khas. Apalagi, saat pertama kali tutup botol dibuka. Sensasi rasanya cukup unik. Selain manis, ada sedikit rasa kecut di rahang, tetapi tidak terlalu mengganggu ketika masuk di kerongkongan. Beberapa orang bahkan sengaja menelan rasa kecut buah itu sebagai rasa pembeda.

"Yang manis kecut, itu yang dinamakan Siropen Telasih, yang pertama kali dibuat dengan rasa frambozen," sebut Laode.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Akhir Pekan Ini: Cerah

Ia mengungkapkan, orang yang pertama kali memproduksi Siropen adalah seorang warga asal Belanda bernama JC Van Drongelen. Di situlah kemudian pabrik sirup ini juga dicantumkan namanya.

"Proses pembuatan sirup yang dilakukan oleh JC Van Drongelen dulu, dengan pegawai sekarang, prosesnya masih sama. Tidak ada yang berubah sama sekali. Dari bahan maupun alatnya. Ini wajan atau tungku yang dipakai yang tetep sama dari dulu. Kalau dibilang itu masih original semua," papar Laode.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Untuk sebotol Siropen Telasih, dibandrol sekitar Rp40 ribu hingga Rp100 per botol, tergantung kelas rasanya. Sirup ini lebih nikmat jika diminum dingin. Apalagi saat cuaca panas.

Jika kalian penasaran dengan proses pembuatannya, bisa datang langsung ke pabriknya, yang ada di Jalan Mliwis No. 5, Surabaya. Bagian atas gedung, tertulis Pabrik Limoen J.C. van Drongelen & Hellfach. (bersambung)

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.