Minggu, 26 Jul 2026 20:33 WIB

Warga Pacitan Meninggal Diduga DBD, Penjelasan Dinkes Tegas!

Fogging di wilayah Desa Sirnoboyo, Kecamatan Pacitan. (foto: Doyok for jatimnow.com)
Fogging di wilayah Desa Sirnoboyo, Kecamatan Pacitan. (foto: Doyok for jatimnow.com)

jatimnow.com - Satu warga di Desa Sirnoboyo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan meningga diduga akibat wabah demam berdarah dengue (DBD).

“Beberapa waktu lalu memang ada warga yang meninggal karena demam berdarah,” ujar salah satu warga, Sukatno, Rabu (1/3/2023).

Baca Juga: Belasan Warga Jember Terserang DBD, PMI Lakukan Fogging dan PSN Serentak

Dia mengaku, Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo juga sudah melakukan fogging di Desa Sirnoboyo, buntut dari meninggalnya warga setempat yang diduga demam berdarah.

Kepala Bidang Pengendalian Dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Pacitan, Drg. Nur Farida tidak menampik adanya warga yang meninggal akibat DBD. Hanya saja, bukan sepenuhnya karena penyakit yang disebabkan nyamuk aides aegypti.

Dia menyebut, warga yang meninggal itu memang terjangkit DBD. Selain itu, juga memiliki penyakit komorbid atau penyakit bawaan.

“Bukan semata-mata karena DBD,” kata drg Nur Farida kepada sejumlah media.

Karena itu, lanjutnya, dilakukan fogging di Desa Sirnoboyo, Kecamatan Pacitan. Dia menyebutkan bahwa fogging itu bukan satu-satunya untuk mengendalikan DBD. Yang diutamakan sebenarnya adalah pemberantasan sarang nyamuk atau PSN.

Baca Juga: Kasus Demam Berdarah di Tulungagung Menurun Awal Tahun Ini

“Sebenarnya ada kiteria khusus untuk bisa melakukan fogging. Karena semua daerah bisa dilakukan fogging,” urainya.

Menurutnya, fogging bisa dilakukan jika ada satu wilayah ada tambahan pasien panas, juga rumah sekitar ada jentik nyamuk. Fogging itu ada risiko besar.

"Untuk bulan Januari ini, ada delapan kasus DBD. Dari jumlah itu, menyebar di tiga lokasi yang meliputi, Kecamatan Pacitan Kota, Ngadirojo dan Lunimg," imbuhnya.

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Ayam Broiler di Pacitan, Alumni UGM Beri Pendampingan

Berdasarkan Dinas Kesehatan Pacitan, kasus DBD sepanjang tahun pada 2022 sebanyak 84 kejadian. Dia menyebutkan jika melihat data, ada penurunan cukup signifikan untuk kasus DBD.

“Gejala DBD itu panas naik-turun. Jika memang ada panas selama tiga hari, saya sarankan segera ke puskesmas. Untuk antisipasi saja, memastikan apakah DBD atau bukan,” pungkasnya.

Ahmad Fauzani/jatimnow.com

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.