Sabtu, 06 Jun 2026 18:24 WIB

Opini

Lulusan Sistem dan Teknologi Informasi Mau Kemana?

  • Penulis :
  • | Rabu, 11 Jan 2023 11:57 WIB
Supangat. (Foto: dok. Untag Surabaya for jatimnow.com)
Supangat. (Foto: dok. Untag Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Dunia digital semakin digemari di Indonesia. Beberapa profesi di dunia digital pun menjadi primadona sangat booming dan diminati oleh banyak masyarakat. Sebagian besar aktivitas kerja dan kehidupan bergantung pada perangkat dan aplikasi digital.

Keberadaan internet juga telah merevolusi mengelola tugas hidup, memungkinkan koneksi dengan orang baru melalui jejaring sosial dan membuka cakrawala ekonomi baru untuk transaksi melalui ponsel perangkat baik untuk individu maupun organisasi, termasuk perubahan radikal dalam sistem pendidikan tinggi dan metode pengajaran.

Baca Juga: Untag Surabaya Paparkan Strategi Internasionalisasi Kampus Swasta di Forum Pendidikan Global Tiongkok

Meskipun demikian, banyak orang masih menghadapi risiko keamanan informasi dari berbagai
macam ancaman. Kurangnya kesadaran dunia maya masih menjadi masalah global yang serius
masalah. Maraknya pemberitaan dunia mengenai peretasan atau pencurian data pribadi,
sesuai data Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, negara Indonesia
kurang memadai dan bahkan masih kekurangan sumber daya manusia (SDM) pada bidang
cyber security. Kekuatan teknologi tidak akan berjalan jika tidak diimbangi dengan kekuatan
SDM.

Teknologi seringkali dimaknai sebagai basis aktifitas kinerja. Sebagai pemegang peranan utama,
dalam berbagai macam permasalahan IT sangat diperlukan SDM yang kokoh guna
mempersiapkan dan mencegah adanya ketimpangan pada kemajuan teknologi. Systems Audit
and Control Association (ISACA) menyatakan terjadi peretasan data sekitar tahun 2016 yakni
lebih dari 1 miliar data pribadi yang mengalami peretasan.

Menurut survei, dunia membutuhkan 15 juta tenaga ahli untuk cyber security, sedangkan Indonesia membutuhkan 1000 expertis cyber security untuk berbagai macam kebutuhan, mulai dari dunia industri, instansi pemerintah dan lain sebagainya. Artinya, kebutuhan akan keamanan data di dunia digital semakin tinggi.

Melihat dunia yang semakin membutuhkan profesi cyber security, organisasi dan lembaga
pendidikan harus mengembangkan program pelatihan yang memadai, dengan langkah pertama
evaluasi komparatif tingkat kesadaran di berbagai negara. Sistem dan Teknologi Informasi (STI)
menyiapkan sumber daya manusia yang terampil dalam pengembangan dan inovasi teknologi
yang memperhatikan kebaharuan, ketepatan, dan keamanan penerapan teknologi dalam
bidang kepemerintahan, bisnis, dan edukasi digital.

Selain itu, Sistem dan Teknologi Informasi ber-kapabel dalam melakukan penerapan dan pemeliharaan sistem informasi siber yang aman, serta menganalisa kemanan siber sebuah sistem informasi menggunakan standar keamanan siber internasional. Lulusan-lulusan STI memiliki keterampilan berkualitas dan lolos kualifikasi sesuai dengan kebutuhan dan pengembangan dan perekayasa sistem informasi diantaranya sebagai secure information system developer, cyber security engineer, dan cyber security analyst.

Baca Juga: Rapor Publik Pejabat: Terobosan Akuntabilitas atau Sekadar Pertunjukan Transparansi?

Pada fokus secure information system developer, lulusan STI mampu mengembangkan sistem
informasi berbasis mobile atau web yang dilandasi dengan arsitektur sistem dengan aman
(secure) guna membantu memudahkan proses penyelesaian masalah kepemerintahan, bisnis,
atau edukasi dengan menggunakan teknologi baru atau yang sedang berkembang.

Pada fokus cyber security engineer, lulusan STI mampu menerapkan konsep dan merancaeng keamanan siber esuai dengan standar internasional sehingga sistem dapat bekerja dengan baik dan mampu menangkal berbagai serangan siber.

Sedangkan pada cyber security analyst, lulusan STI mampu menyusun dan mengimplementasikan dokumen kebijakan keamanan informasi, termasuk mengkaji efektifitas penerapan kontrol akses, melaksanakan uji coba, dan mengevaluasi kelemahan keamanan.

Baca Juga: Ketika Riset Menjadi Administrasi, Negara Kehilangan Senjata

Sistem dan teknologi informasi menyiapkan generasi penerus yang adaptif terhadap
perkembangan jaman, mengingat pengetahuan tentang data haruslah disampaikan secara dini,
serta berupaya menajamkan sektor pendidikan dalam membuka konsentrasi yang salah satu
fokusnya pada cyber security.

Dibutuhkannya sumber daya manusia yang berketerampilan di bidang siber, profesi ini juga menjanjikan di masa depan, dimana budaya masyarakat yang semakin erat dengan ketergantungan terhadap internet dalam setiap aktivitasnya. Maka dari itu, akan dibutuhkan SDM yang menguasai keterampilan di bidang cyber security menuju sasaran untuk menghadapi serangan kejahatan siber yang berusaha menguasai segala sarana dan prasarana dalam bidang teknologi informasi.

*) Supangat, M.KOM., ITIL., COBIT, (Kepala Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Direktur Direktorat Sistem Informasi YPTA Surabaya)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.