Sabtu, 06 Jun 2026 09:00 WIB

Misteri Suara Kuda dan Sosok Berjubah di Makam Panjang Syekh Temanggung Jombang

Makam panjang, Syekh Temanggung yang ada di Desa Bandung, Kecamatan Diwek. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Makam panjang, Syekh Temanggung yang ada di Desa Bandung, Kecamatan Diwek. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Di Dusun Sumbersuko, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, terdapat bangunan makam yang tergolong lain dibanding umumnya. Bangunan makam tersebut sepanjang 5 meter.

Letak makam panjang itu berada di area pemakaman umum. Konon di makam itu, bersemayaman Syekh Temanggung yang dikeramatkan masyarakat sekitar.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Ratna Yulia juru kunci makam mengatakan, makam tersebut makam mbah Hadi Kusmo atau Syekh Temanggung merupakan salah satu pengawal dari Raden Patah, Pangeran Majapahit.

"Ceritanya dulu ada perang di Kerajaan Majapahit. Akhirnya beliau tumbang di Desa Bandung sini," paparnya, Kamis (1/12/2022).

Ia menjelaskan, sedikitnya ada tiga makam yang berukuran panjang. Hanya saja makam yang paling besar ada berada di tengah.

"Yang di tengah ini makam Syekh Temanggung, sebelah kiri merupakan makam pusaka dan makam yang di kanan merupakan makam kudanya," ujarnya.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Ia menceritakan, makam panjang ini dulunya ditemukan hanya berupa batuan. Kondisinya sangat rimbun tak terawat. Dan baru di tahun 2016, makam itu dibersihkan dan terawat.

"Kondisi itu membuat banyak masyarakat yang mengalami hal-hal mistis seperti pernah mendengar suara kuda saat melintasi area pemakaman, padahal di sini tidak ada yang punya kuda," katanya.

Ia menyebut warga sekitar, juga sering dijumpai penampakan makhluk halus, berupa orang berjubah juga.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

"Tapi sekarang sudah jarang. Setiap saya bersih-bersih makam juga tidak pernah dijumpai atau merasakan hal-hal aneh," ucapnya.

Meski demikian, makam Syekh Temanggung ini sering didatangi peziarah, pada malam Jumat. Terutama malam Jumat Legi. Banyak warga yang berziarah dan begadang di makam. Masyarakat mempercayai mendapat keberkahan atau tujuannya tercapai.

"Khususnya pada Jumat Legi. Banyak yang melekan (begadang) sampai pagi. Ada juga yang mendoakan untuk leluhur. Ya tradisi tahlil bersama orang dusun sekitar, untuk mendoakan leluhur warga dusun," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.