Rabu, 22 Jul 2026 00:59 WIB

Misteri Suara Kuda dan Sosok Berjubah di Makam Panjang Syekh Temanggung Jombang

Makam panjang, Syekh Temanggung yang ada di Desa Bandung, Kecamatan Diwek. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Makam panjang, Syekh Temanggung yang ada di Desa Bandung, Kecamatan Diwek. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Di Dusun Sumbersuko, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, terdapat bangunan makam yang tergolong lain dibanding umumnya. Bangunan makam tersebut sepanjang 5 meter.

Letak makam panjang itu berada di area pemakaman umum. Konon di makam itu, bersemayaman Syekh Temanggung yang dikeramatkan masyarakat sekitar.

Baca Juga: Tambakberas Kebut Persiapan Muktamar ke-35 NU, Siap Sambut 6.000 Muktamirin

Ratna Yulia juru kunci makam mengatakan, makam tersebut makam mbah Hadi Kusmo atau Syekh Temanggung merupakan salah satu pengawal dari Raden Patah, Pangeran Majapahit.

"Ceritanya dulu ada perang di Kerajaan Majapahit. Akhirnya beliau tumbang di Desa Bandung sini," paparnya, Kamis (1/12/2022).

Ia menjelaskan, sedikitnya ada tiga makam yang berukuran panjang. Hanya saja makam yang paling besar ada berada di tengah.

"Yang di tengah ini makam Syekh Temanggung, sebelah kiri merupakan makam pusaka dan makam yang di kanan merupakan makam kudanya," ujarnya.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Ia menceritakan, makam panjang ini dulunya ditemukan hanya berupa batuan. Kondisinya sangat rimbun tak terawat. Dan baru di tahun 2016, makam itu dibersihkan dan terawat.

"Kondisi itu membuat banyak masyarakat yang mengalami hal-hal mistis seperti pernah mendengar suara kuda saat melintasi area pemakaman, padahal di sini tidak ada yang punya kuda," katanya.

Ia menyebut warga sekitar, juga sering dijumpai penampakan makhluk halus, berupa orang berjubah juga.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Tapi sekarang sudah jarang. Setiap saya bersih-bersih makam juga tidak pernah dijumpai atau merasakan hal-hal aneh," ucapnya.

Meski demikian, makam Syekh Temanggung ini sering didatangi peziarah, pada malam Jumat. Terutama malam Jumat Legi. Banyak warga yang berziarah dan begadang di makam. Masyarakat mempercayai mendapat keberkahan atau tujuannya tercapai.

"Khususnya pada Jumat Legi. Banyak yang melekan (begadang) sampai pagi. Ada juga yang mendoakan untuk leluhur. Ya tradisi tahlil bersama orang dusun sekitar, untuk mendoakan leluhur warga dusun," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.