Sabtu, 06 Jun 2026 16:09 WIB

Kunjungi Kampung Edukasi Sampah, Siswa SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo Pelajari Ini

150 siswa SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo saat berkunjung ke Kampung Edukasi Sampah. (Foto-foto: Edi Priyanto for jatimnow.com)
150 siswa SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo saat berkunjung ke Kampung Edukasi Sampah. (Foto-foto: Edi Priyanto for jatimnow.com)

jatimnow.com - Kunjungi Kampung Edukasi Sampah, 150 siswa SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo mempelajari cara jitu untuk pemilahan dan pengolahan sampah dari rumah.

Pembelajaran lapangan yang digelar di Kampung Edukasi Sampah, Kelurahan Sekardangan, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo, itu juga bagian dari pelaksanaan kurikulum Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Ketua RW 07, Haryanto yang juga sebagak kader lingkungan di Kampung Edukasi Sampah memaparkan bahwa pengenalan tentang pemilahan sampah sejak dini dirasa sangatlah penting. Ini menjadi bentuk upaya pembelajaran aktif serta positif yang bisa dilakukan di lingkungan keluarga.

Menurut Haryanto, pada kegiatan tersebut para siswa dikenalkan cara pemilahan sampah berdasarkan sifatnya. Sampah digolongkan menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan sampah anorganik.

“Sampah organik yaitu sampah yang dapat membusuk dan terurai, seperti sisa makanan, dedaunan, buahan dan sayuran. Sedangkan sampah anorganik yaitu sampah yang sulit membusuk dan tidak dapat terurai seperti botol plastik, kertas bekas, karton, dan kaleng bekas," kata Hari.

Haryanto juga mengatakan bahwa para siswa SD tersebut juga dikenalkan tentang pengolahan sampah secara sederhana. Pengolahan tersebut diantaranya adalah pengolahan sampah dengan komposter takakura, komposter komunal secara aerob maupun anaerob serta pemanfaatan sumur resapan sebagai sarana pengomposan.

“Tak hanya dikenalkan tentang pemilahan dan pengolahan sampah, anak-anak juga diajak untuk bermain aneka permainan tradisional yang tersedia di Kampung Edukasi Sampah seperti, gobak sodor, engklek dan ular tangga,” ujarnya.

Selain itu, Edi Priyanto, pegiat lingkungan Kampung Edukasi Sampah mengaku sangat gembira, karena semakin banyak sekolah yang mengajak para siswanya mengikuti pembelajaran lapangan dalam pemilahan dan pengolahan sampah.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Tentunya dalam kurikulum telah dikaitkan dengan profil pelajar Pancasila, yaitu pelajar Indonesia yang yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Edi melanjutkan bahwa Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sendiri merupakan bagian pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam profil pelajar Pancasila.

"Tematik gaya hidup berkelanjutan merupakan hal yang sangat sesuai, karena saat ini yang perlu mendapatkan perhatian dan diterapkan dalam dunia pendidikan mulai dari tingkat prasekolah sampai pendidikan tinggi yang paling dominan dalam lingkungan kita adalah permasalahan pengelolaan sampah," kata Edi.

Ia berharap dari dunia pendidikan, akan lahir pola pikir masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah secara mandiri atau berkelompok. Hal ini juga bertujuan akan mengembalikan ekosistem alam agar dapat terus terawat dan terjaga.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

Tidak hanya itu, Kepala SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Nana Liesdiana dalam kesempatan mendampingi para siswa menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada para kader lingkungan Kampung Edukasi Sampah.

“Kesan kami luar biasa tempat ini karena mampu menjadi contoh dalam pengelolan sampah di masyarakat. Hal ini semoga menjadi inspirasi dan pembelajaran bagi anak-anak kedepan. Pembelajaran yang didapatkan hari ini tak hanya mendapatkan materi, namun juga melihat, merasakan serta mengalami (praktik) secara langsung” ujar Nana.

“Pada kegiatan hari ini, anak-anak telah banyak mendapatkan pendidikan dan bahkan keterampilan yang akan menjadi pengelaman berharga dalam kehidupan masa depan mereka. Belajar kelihatannya sambil bermain, namun kami yakin anak-anak ini pada 10-20 tahun kedepan akan mampu menjadi generasi penerus dan pemimpin bangsa yang peduli terhadap lingkungan”, pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.