Selasa, 28 Jul 2026 10:10 WIB

Pemkab Mojokerto Dukung Pelestarian Permainan Tradisional

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat bersama peserta permainan. (Foto-foto: Diskominfo Kabupaten Mojokerto for jatimnow.com)
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat bersama peserta permainan. (Foto-foto: Diskominfo Kabupaten Mojokerto for jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati merespons baik kegiatan festival taman dolanan yang digelar organisasi Taman Hidup Cakrawinata dengan mengangkat permainan tradisional.

"Era modern seperti ini, sangat penting kita mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak. Tentunya selain melestarikan budaya, anak-anak juga akan bisa tumbuh berimbang di tengah teknologi dan seni budaya," kata Ikfina, dalam keterangan tertulis, Senin (28/11/2022).

Baca Juga: Telapak Temukan Dugaan Pencemaran Kali Porong Mojokerto, Bakal Lapor Menteri LH

Festival Taman Dolanan 2022 kali ini sedikitnya diikuti 77 peserta. Dimana peserta mengikuti enam lomba permainan tradisional, yakni ketapel, gobak sodor, boi-boian, kolase, rangku alu dan estafet egrang.

Ikfina berharap, kegiatan semacam ini bisa rutin digelar di masing-masing sekolah dengan mendukung permainan tradisional.

"Kita ingin kegiatan ini menjadi kegiatan rutin yang bisa digelar di masing-masing sekolah. Kami sangat bangga karena kegiatan ini diinisiasi oleh para pemuda Mojokerto yang kreatif dan peduli. Terima kasih, kedepannya mungkin bisa menggandeng Dinas Pendidikan dan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto untuk menggelar kegiatan selanjutnya," harapnya.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Sementara itu, Ketua Organisasi Taman Hidup Cakrawinata, Aldias Biung Sankra menjelaskan, organisasinya merupakan organisasi non profit oriented yang berkonsentrasi pada kebudayaan, pendidikan serta kemanusiaan.

Menurut Sankra, keberhasilan kegiatannya kali ini bukan dihitung dari berapa jumlah peserta kegiatannya, namun seberapa banyak orang yang bisa bergabung dalam kegiatan serta tumbuh bersama.

"Jika dihitung jumlah peserta, kegiatan kami ini gagal, tetapi jika dihitung dari banyaknya orang yang ada di sini untuk belajar dan berproses bersama, target kami berhasil," ungkapnya.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Sankra menambahkan, besar harapannya untuk melihat tumbuh kembang generasi masa kini yang berkarakter meski di tengah perkembangan teknologi yang sangat pesat.

"Keberhasilan kami adalah, bagaimana kita kedepan bisa melihat anak-anak pada masa kini yang tumbuh dengan berkarakter serta tidak tumpul oleh zaman," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.