Sabtu, 06 Jun 2026 13:02 WIB

255 Siswa SMPN 3 Porong Belajar Kelola Sampah di Kampung Edukasi Sampah

SMPN 3 Porong saat mengikuti pembelajaran di Kampung Edukasi Sampah (KES for Jatimnow.com)
SMPN 3 Porong saat mengikuti pembelajaran di Kampung Edukasi Sampah (KES for Jatimnow.com)

jatimnow.com - Guna menumbuhkan rasa sadar kebersihan lingkungan sejak dini, ratusan siswa dari SMPN 3 Porong Sidoarjo dikenalkan pengelolaan sampah di Kampung Edukasi Sampah (KES) RT 23 RW 07 Kelurahan Sekardangan, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo.

Kader Lingkungan Kampung Edukasi Sampah, Retno Mulyo dalam keterangannya memaparkan bahwa kegiatan tersebut digelar sebagai salah satu upaya sekolah menumbuhkan kesadaran dini dalam pengelolaan lingkungan. Khususnya dalam memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Dihadapan 255 siswa kelas 7 SMPN 3 Porong, Retno mengungkapkan jika dalam pembelajaran di Kampung Edukasi Sampah, siswa diajak mengenal cara pemilihan sampah.

"Pemilahan sampah dibagi menjadi tiga jenis, yaitu organik, anorganik dan Barang Berbahaya dan Beracun (B3). Selanjutnya tentang pengelolaan sampah dengan mengubah sampah menjadi kompos dengan berbagai metode," papar Retno.

Metode yang ia maksud meliputi komposter takakura, komposter aerob dan sumur resapan. Selain itu, Retno juga mengajarkan pemanfaatan sampah organik dan anorganik menggunakan konsep 3R (reduce, reuse, recycle), yang merupakan bagian mengurangi hingga memanfaatkan.

Masih dikatakan Retno, para siswa juga diperlihatkan bagaimana manajemen bank sampah dijalankan, pemanfaatan perpustakaan digital, sistem kerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), dan cara kerja panel surya yang dimanfaatkan sebagai penerangan dan pompa hidroponik.

“Para siswa juga diajak melihat cara pembudidayaan perikanan, pembudidayaan sayuran hidroponik, pengenalan mesin pencacah plastik, perlengkapan pengomposan seperti mesin pencacah ranting, komposter takakura, komposter aerob dan sumur resapan, juga pemanfataan lahan terbatas dengan vertical garden”, jelas Retno.

Sejumlah siswa dari SMPN 3 Porong Sidoarjo saa belajar mengelola sampah di Kampung Edukasi Sampah. Foto (Kampung Edukasi Sampah for jatimnow.com)Sejumlah siswa dari SMPN 3 Porong Sidoarjo saa belajar mengelola sampah di Kampung Edukasi Sampah. Foto (Kampung Edukasi Sampah for jatimnow.com)

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Inna Nur Anisjak Koordinator projek 3R dan guru IPA pendamping SMPN 3 Porong di sela kegiatan mengatakan bahwa program ini bagian dari kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Yaitu pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar. Hal ini untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam profil pelajar Pancasila dengan tema gaya hidup berkelanjutan.

Nur Anisjak mengatakan bahwa sebagai sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Sidoarjo tahun 2018 dan Provinsi Jawa Timur tahun 2022, SMPN 3 Porong ingin mengajak siswa siswinya turut serta mengurangi volume sampah bila perlu mencapai zero waste di Kabupaten Sidoarjo.

“Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para kader lingkungan Kampung Edukasi Sampah yang telah telaten dan sabar mendampingi serta membimbing anak-anak kami dalam memberi edukasi cara dan praktik pemilahan dan pengolahan sampah,” ujar Nur.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

Terpisah Edi Priyanto, Pegiat Lingkungan Kampung Edukasi Sampah mengatakan bahwa mengajarkan anak mengelola sampah menjadi salah satu cara efektif mengajari untuk turut peduli lingkungan.

Selain membuang sampah pada tempatnya, anak-anak harus diajarkan membuang sampah sesuai dengan jenisnya.

“Kita dapat mengajarkan anak dengan berbagai jenis sampah dan bagaimana cara membuang atau mengelolanya. Sehingga cara yang paling efektif adalah dengan mengajak anak ikut terlibat langsung dalam praktik mengelola sampah”, tambah Edi.

“Pada saat mengajak anak memilah sampah, jangan lupa menjelaskan kenapa sampah harus dipilah dan diolah. Perlu juga dikenalkan berbagai jenis sampah, dijelaskan juga dampak negatifnya. Misalnya menimbulkan penyakit, menyebabkan banjir, mencemari lingkungan, dan juga perlu dijelaskan cara sederhana untuk mengelolanya”, pungkas Edi.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.