Rabu, 22 Jul 2026 08:03 WIB

Butuh Edukasi dan Literasi Penanganan Sampah

  • Penulis :
  • | Rabu, 16 Nov 2022 17:47 WIB
Direktur Public Affairs, Communications & Sustainability CCEP Indonesia Lucia Karina menyerahkan donasi pada Komang Sudiarta, pendiri Yayasan Malu Dong Buang Sampah Sembarangan, di Bali pada 4 November 2022. (CCEP for jatimnow.com)
Direktur Public Affairs, Communications & Sustainability CCEP Indonesia Lucia Karina menyerahkan donasi pada Komang Sudiarta, pendiri Yayasan Malu Dong Buang Sampah Sembarangan, di Bali pada 4 November 2022. (CCEP for jatimnow.com)

jatimnow.com - Wakil Ketua Forum Komunikasi Peduli Lingkungan (FKPL) Kabupaten Pasuruan R Ahsanul Amali mengatakan pembangunan infrastruktur pengolahan sampah harus diimbangi peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengurangi sampah.

“Tanpa mengubah kebiasaan dalam memperlakukan sampah, upaya pengurangan sampah akan menjadi pekerjaan yang lebih sulit diimplementasikan,” katanya.

Baca Juga: PT SIER Bagikan Puluhan Alat Pengolah Sampah ke 12 Kampung di Surabaya

FKPL berdiri pada 2015. Menurutnya, pendirian itu didasari keprihatinan kondisi timbulan sampah yang tak terkelola baik.

Dalam catatannya, produksi sampah di Kabupaten Pasuruan saat itu mencapai 4.707 meter kubik per hari. Sementara sebanyak 811 meter kubik di antaranya diangkut ke TPA Kenep Kecamatan Beji dan 166 meter kubik diolah di 18 TPS 3R.

“Sisanya sekitar 3.730 meter kubik sampah dibakar atau berserakan di lahan-lahan kosong. Jadi saat itu tidak ada sepertiganya yang terkelola dengan baik," katanya.

Namun kini, ia melanjutkan, infrastruktur pengelolaan sampah telah tersedia lebih baik. Pada 2021 misalnya, TPA Kenep telah ditutup dan digantikan dengan TPA Wonokerto di Kecamatan Sukorejo. Jumlah TPS 3R pun bertambah menjadi 45 unit.

Ia mendorong peningkatan kerja sama antarpihak dalam pengelolaan sampah, baik antara pemerintah, masyarakat, dan kalangan usaha. Di beberapa desa di Pasuruan, inisiatif semacam itu sebenarnya telah dilakukan.

Misalnya saja, kata dia memberi contoh, di Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, masyarakat setempat berkolaborasi dengan Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia dalam kegiatan pengolahan sampah.

Baca Juga: Viral Ricuh di Pintu Masuk Bromo, TNBTS Klaim Pemukulan Refleks Bela Diri

Sementara itu, Regional Corporate Affair Manager CCEP Indonesia Armytanti Hanum Kasmito mengatakan kolaborasi itu berlangsung sejak 2019.

Sebagai perusahaan yang berkomitmen pada pelestarian lingkungan, CCEP Indonesia mendukung program pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat.

"Syukurlah, inisiatif itu mendapat sambutan positif dari masyarakat," katanya.

Kebiasaan membuang sampah sembarangan lambat laun berubah. Bahkan, melalui kelompok-kelompok swadaya masyarakat yang didirikan di dusun-dusun, warga memilah sampah yang terkumpul dari rumah-rumah.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Dengan cara itu, sampah yang berakhir di TPA bisa dikurangi. Di sisi lain, masyarakat bisa mendulang keuntungan dari sampah yang terpilah.

Ia mengatakan CCEP Indonesia juga menjalankan program pendampingan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat di seluruh wilayah operasionalnya. Selain di Pasuruan, program serupa misalnya, juga dilakukan di Ungaran Kabupaten Semarang.

Baru-baru ini CCEP Indonesia bahkan memberikan penghargaan pada Yayasan Malu Dong Buang Sampah Sembarangan di Bali karena upayanya dalam mengedukasi pengelolaan sampah pada masyarakat.

 

 
Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.