Rabu, 22 Jul 2026 06:44 WIB

Cuan Kerajinan Jam Dinding Karakter Pahlawan, Karya Pemuda Wonosalam, Jombang

Idhatur Riadhoh, pemuda asal Wonosalam, Jombang saat menunjukkan jam dinding karakter pahlawan karyanya (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Idhatur Riadhoh, pemuda asal Wonosalam, Jombang saat menunjukkan jam dinding karakter pahlawan karyanya (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kehilangan pekerjaan saat pandemi Covid-19 tidak membuat pemuda asal Jombang ini putus asa. Kerajinan jam dinding karakter pahlawan yang ditekuninya, kini justru mengantarkan meraup cuan jutaan rupiah.

Pemuda 24 tahun itu bernama Idhatur Riadho. Jam dinding karakter setiap harinya ia kerjakan di rumahnya, di Dusun Pucangrejo, Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam.

Baca Juga: Tambakberas Kebut Persiapan Muktamar ke-35 NU, Siap Sambut 6.000 Muktamirin

Riadho mengatakan, jam dinding buatannya berbahan kayu yang ia dapat dengan memanfaatkan kebun di sekitar rumahnya.

Jam dinding kayu buatannya dipadukan dengan lukisan bakar. Salah satu jam dinding dengan karakter Pahlawan Nasional KH Wahab Hasbullah, adalah karyanya yang laku keras pada momen Hari Pahlawan tahun ini.

Dia bercerita, usaha ini ditekuninya sejak dua tahun lalu. Itu setelah dirinya kehilangan pekerjaan sebagai karyawan swasta akibat Pandemi Covid-19.

"Jadi saat Pandemi Covid-19, saya coba menekuni usaha ini," ungkap Riadho ditemui di rumahnya, Minggu (13/11/2022).

Dia menjelaskan, ide membuat jam dinding karakter ini ia pelajari dari internet. Prosesnya, pertama kayu dipotong sesuai ukuran jam dinding.

"Agar hasilnya lebih maksimal, permukaan kayu terlebih dulu dihaluskan dengan amplas sampai halus," terangnya.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Selanjutnya, kayu yang siap digambar tokoh pahlawan dengan pensil untuk memudahkan melukis dengan teknik bakar.

"Selanjutnya, dilukis dengan solder pirofgrafi mengikuti garis sesuai pola objek lukisan sesuai permintaan pelanggan," paparnya.

Dia mengaku bahwa melukis dengan metode ini ada beberapa kendala, salah satunya lukisan sudah tidak dapat dihapus.

"Kesulitan pasti ada, ya gampang gampang susah. Meski tak butuh paduan warna untuk menghiasi goresan kayu, namun pelukis harus berhati-hati, karena lukisan ini tidak bisa dihapus. Untuk itu pembuatannya harus hati-hati karena tidak bisa dihapus jadi harus teliti," paparnya.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Selama ini, Riadho melayani pemesanan melalui media sosial (medsos). Untuk harga biasanya tergantung dari tingkat kesulitan pesanan.

"Pemasaran biasanya pakai medsos dan harganya bervariasi, mulai dari Rp150 hingga 300 ribu, tergantung permintaan pelanggan," ujarnya.

Riadho mengaku jika pesanan kebanyakan dari Jombang, meski tidak sedikit pembeli dari luar daerah.

"Biasa pesan untuk kado pernikahan. Beberapa pelanggan juga dari luar kota, seperti Malang, Jawa Barat, Bondowoso dan Gresik serta Surabaya," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.