Selasa, 23 Jun 2026 14:18 WIB

Intip Poin Kontrak Kerja Lurah-Camat dengan Wali Kota Surabaya

Walikota Eri Cahyadi saat mengumpulkan Lurah hingga Camat (Pemkot Surabaya for jatimnow.com)
Walikota Eri Cahyadi saat mengumpulkan Lurah hingga Camat (Pemkot Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengundang seluruh lurah dan camat untuk hadir di Graha Sawunggaling, Selasa (8/11/2022). Eri Cahyadi meminta lurah-camat membangun komitmen yang tertulis dalam kontrak kerja.

Kontrak kerja yang dilakukan lurah dan camat itu berlaku mulai November 2022. Dengan beberapa poin yang wajib dipatuhi alias tidak boleh dilanggar.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Di antaranya, camat dan lurah wajib saling berkolaborasi dengan dinas, dalam mengatasi problem masyarakat. Selain itu, camat dan lurah wajib melakukan pendataan stunting, anak putus sekolah, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dan gizi buruk secara berkala.

“Setelah ini saya berharap, tidak ada lagi camat, lurah maupun dinas yang berjalan sendiri-sendiri. Tidak ada lagi camat dan lurah yang tidak tahu data stunting di wilayahnya,” tegas Eri Cahyadi.

Ia menambahkan bahwa lurah dan camat wajib memastikan penerima manfaat permakanan harus 1oo persen di di wilayah masing-masing.

“Saya tidak mau dengar, sampai ada anak disabilitas dan lanjut usia (lansia) tidak mendapatkan permakanan,” imbuhnya.

Selanjutnya, semua data MBR harus tervalidasi secara keseluruhan dan terkoneksi dengan data di Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya. Terkait data MBR, ia menegaskan, bahwa camat dan lurah tidak bisa lepas dari Dinsos agar data yang disebutkan sama.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Akhir Pekan Ini: Cerah

Lalu, mengetahui secara rinci data UMKM di masing-masing wilayah kerjanya. "Bukan hanya UMKM binaan loh, saya mau seluruh usaha mikronya. Di awal 2023 harus terdata,” beber dia.

Jika dalam poin-poin tersebut ada dari lurah dan camat meleset secara data, ancaman pemcopotan jabatan bisa saja terjadi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Poin-poin tersebut, lanjut Eri, akan dijadikan sebagai pedoman sekaligus bahan evaluasi bagi jajarannya di lingkup Pemerintah Kota Surabaya. Tujuannya agar kualitas pelayanan di tingkat dinas, kecamatan dan kelurahan semakin baik ke depannya.

“Jangan sampai meleset. Didata juga bangunan yang tidak ada izin mendirikan bangunan (IMB) di masing-masing wilayahnya. Selain itu, di setiap traffic light jangan sampai ada Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), kalau sampai ada camat, lurah bahkan Kasatpol PP, akan saya sanksi,” tegas dia.

Sebelumnya, Walikota Eri sempat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke beberapa kantor kecamatan hingga Puskesmas. Tujuannya agar warga Surabaya memahami tentang SOP kinerja pejabat terhadap pelayanan masyarakat.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.