Rabu, 22 Jul 2026 14:52 WIB

Kunjungi Kampung Edukasi Sampah, GKI Sidoarjo Bentuk Karakter Anak Usia Dini

Kunjungan anak-anak Bina Jemaat ke Kampung Edukasi Sampah. (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Kunjungan anak-anak Bina Jemaat ke Kampung Edukasi Sampah. (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ajak puluhan anak-anak Bina Jemaat ke Kampung Edukasi Sampah, jadi upaya Komisi Anak Gereja Kristen Indonesia (GKI) Sidoarjo bentuk karakter anak usia dini.

Acara yang dilaksanakan dengan tajuk "Mencintai bumi ciptaan Allah" tersebut menjadi aktifitas pembelajaran luar kelas atau outing class.

Baca Juga: 600 Siswa SDIT El Haq Ikuti Microplastic Journey, Perkuat Sekolah Bebas Plastik

Pendeta Leonard Andrew Imanuel yang mendampingi rombongan dalam keterangannya menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan agar anak memahami peranannya dalam menyelamatkan bumi dengan melakukan pengendalian sampah.

Selain itu, Esther Erawati, Kader Lingkungan Kampung Edukasi Sampah, mengatakan bahwa dalam rombonhan anak-anak bina jemaat gereja tersebut terdiri dari jenjang TK hingga SD

“Materi yang diberikan untuk kelompok Balita dan TK meliputi tentang sampah, jenis sampah, bernyanyi dan bermain serta hasta karya menempel kardus. Sedangkan materi kelompok SD meliputi penjelasan tentang pentingnya menjaga kelestarian alam, upaya menjaga alam dengan mengendalikan sampah, pengenalan sampah dan jenis sampah, program Reduce, Reuse, Recycle (3R), simulasi pilah sampah dan praktek daur ulang pembatas buku kardus bekas," jelas Esther, Sabtu (30/10/2022).

Baca Juga: Indah Kurnia Ajak Warga Sidoarjo Dukung Pembangunan Berwawasan Lingkungan

Pegiat Kampung Edukasi Sampah, Edu Priyanto menambahkan bahwa acara pengenalan soal lingkungan di kampung edukasi sampah ini menjadi strategi yang paling bagus untuk dipraktikkan kepada anak-anak.

Lebih jauh, kata Edi anak-anak juga dikenalkan sekaligus mempraktikan cara pemilahan dan pengolahan sampah, dengan diajak study tour ke tempat yang dapat dijadikan role model. Tujuannya agar ada praktik lapangan sekaligus implementasi edukasi.

Baca Juga: Dorong Efisiensi Industri, Kawan Lama Solution Expo 2026 Hadir di Surabaya

“Sadar akan lingkungan bukan lagi sebuah pilihan, namun mestinya menjadi sebuah keharusan. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga perlu dikenalkan sedari kecil. Karena merekalah yang akan meneruskan perhatian dan kecintaan pada lingkungan agar tidak semakin “memperberat” problem lingkungan," jelas Edi yang juga merupakan inisiator Kampung Edukasi Sampah.

“Kesadaran terhadap lingkungan perlu dimulai dari diri masing-masing. Terutama anak-anak agar sanggup membentuk karakternya. Sementara memberi pendidikan sejak dini dapat dimulai dari hal yang paling sederhana," pungkas Edi.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.