Sabtu, 06 Jun 2026 19:28 WIB

Kunjungi Kampung Edukasi Sampah, GKI Sidoarjo Bentuk Karakter Anak Usia Dini

Kunjungan anak-anak Bina Jemaat ke Kampung Edukasi Sampah. (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Kunjungan anak-anak Bina Jemaat ke Kampung Edukasi Sampah. (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ajak puluhan anak-anak Bina Jemaat ke Kampung Edukasi Sampah, jadi upaya Komisi Anak Gereja Kristen Indonesia (GKI) Sidoarjo bentuk karakter anak usia dini.

Acara yang dilaksanakan dengan tajuk "Mencintai bumi ciptaan Allah" tersebut menjadi aktifitas pembelajaran luar kelas atau outing class.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Pendeta Leonard Andrew Imanuel yang mendampingi rombongan dalam keterangannya menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan agar anak memahami peranannya dalam menyelamatkan bumi dengan melakukan pengendalian sampah.

Selain itu, Esther Erawati, Kader Lingkungan Kampung Edukasi Sampah, mengatakan bahwa dalam rombonhan anak-anak bina jemaat gereja tersebut terdiri dari jenjang TK hingga SD

“Materi yang diberikan untuk kelompok Balita dan TK meliputi tentang sampah, jenis sampah, bernyanyi dan bermain serta hasta karya menempel kardus. Sedangkan materi kelompok SD meliputi penjelasan tentang pentingnya menjaga kelestarian alam, upaya menjaga alam dengan mengendalikan sampah, pengenalan sampah dan jenis sampah, program Reduce, Reuse, Recycle (3R), simulasi pilah sampah dan praktek daur ulang pembatas buku kardus bekas," jelas Esther, Sabtu (30/10/2022).

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Pegiat Kampung Edukasi Sampah, Edu Priyanto menambahkan bahwa acara pengenalan soal lingkungan di kampung edukasi sampah ini menjadi strategi yang paling bagus untuk dipraktikkan kepada anak-anak.

Lebih jauh, kata Edi anak-anak juga dikenalkan sekaligus mempraktikan cara pemilahan dan pengolahan sampah, dengan diajak study tour ke tempat yang dapat dijadikan role model. Tujuannya agar ada praktik lapangan sekaligus implementasi edukasi.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

“Sadar akan lingkungan bukan lagi sebuah pilihan, namun mestinya menjadi sebuah keharusan. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga perlu dikenalkan sedari kecil. Karena merekalah yang akan meneruskan perhatian dan kecintaan pada lingkungan agar tidak semakin “memperberat” problem lingkungan," jelas Edi yang juga merupakan inisiator Kampung Edukasi Sampah.

“Kesadaran terhadap lingkungan perlu dimulai dari diri masing-masing. Terutama anak-anak agar sanggup membentuk karakternya. Sementara memberi pendidikan sejak dini dapat dimulai dari hal yang paling sederhana," pungkas Edi.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.