Kamis, 23 Jul 2026 08:24 WIB

Banjir Bercampur Limbah di Tulungagung, PG Modjopanggoong Sodorkan Tiga Rencana

Bakorwil 1 Madiun saat meninjau banjir limbah di Tulungagung (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Bakorwil 1 Madiun saat meninjau banjir limbah di Tulungagung (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Banjir bercampur limbah Pabrik Gula (PG) Mojopanggoong di Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung menjadi atensi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah mengintruksikan Badan Koordinasi Wilayah (Bakrowil) I Madiun meninjau pemukiman warga yang terdampak. Hal itu dilakukan untuk mengetahui kondisi di lokasi.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kanjengan, Mantan Bupati Tulungagug Maryoto Diperiksa Kejaksaan

Kabid Sarana dan Prasarana Bakorwil I Madiun, Bambang Eko mengatakan, Bakorwil I Madiun merupakan perpanjangan tangan dari Gubernur Jatim yang menaungi 10 wilayah, termasuk Tulungagung.

Kondisi terkait banjir bercampur limbah di Desa Sidorejo itu akan dilaporkan ke Pemprov Jatim setelah dilakukan peninjauan.

"Besok dari DLH Pemprov Jatim akan melakukan evaluasi secara teknis, setelah kami melaporkan hasil tinjauan di lapangan. Selain itu, juga akan segera diadakan pertemuan dengan warga yang terdampak banjir bercampur limbah," ujar Bambang, Kamis (27/10/2022).

Menurut Bambang, banjir yang terjadi di Desa Sidorejo memang tidak dipungkiri tercampur limbah dari PG Modjopanggoong. Hal itu disebabkan intensitas hujan yang tinggi, sedangkan aliran sungai tidak dapat menampung air, sehingga meluber ke pemukiman warga.

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Tulungagung Sudah Capai 45 Persen, Bulan Depan Rampung

Bakorwil telah bertemu dengan pihak pabrik untuk membahas masalah tersebut. Terdapat tiga rencana dari PG Modjopanggoong yang akan dilakukan, yaitu memberikan sembako kepada warga terdampak, memperbaiki sistem instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) dan segera mebersihkan sedimen di Sungai Song.

"Sedimen di Sungai Song itu cukup tinggi, akhirnya jika terjadi hujan sungai tidak mampu menampung air lagi," paparnya.

Disinggung soal kondisi banjir yang bercampur limbah, Bambang mengungkapkan, limbah dari PG Modjopanggung yang bercampur banjir itu limbah yang baru saja selesai diolah. Sehingga air limbah yang keluar masih hangat dan mengeluarkan bau menyegat.

Baca Juga: 88 Persen SD di Tulungagung Gagal Penuhi Pagu Saat SPMB

"Sebenarnya limbah itu sudah diolah, tetapi memang memberikan dampak kepada masyarakat," pungkasnya.

Sebelumnya, ratusan warga di Desa Sidorejo mengeluhkan banjir yang bercampur limbah mengepung pemukiman warga. Bahkan air limbah yang keluar juga mengeluarkan aroma tidak sedap, berwarna hitam serta mengeluarkan asap. Akibatnya, banyak aktivitas warga yang terganggu, serta beberapa warga mengalami gatal-gatal.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.