Sabtu, 06 Jun 2026 15:19 WIB

Dinkes Kota Malang Tarik Sirop Berbahan EG dan DG dari Peredaran

Salah satu aktivitas di sebuah apotek di Kota Malang. (foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Salah satu aktivitas di sebuah apotek di Kota Malang. (foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Kesehatan Kota Malang telah menarik sirop di sejumlah apotek. Penarikan ini menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Kemenkes Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) pada Anak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif menyatakan setelah Kemenkes menginstruksikan kepada fasilitas kesehatan dan apotek untuk menghentikan sementara waktu penjualan dan penggunaan obat sirop.

Baca Juga: Baterai Motor Listrik Overload, Ruang Praktikum Polinema Malang Hangus Terbakar

"Tujuan instruksi tersebut dikeluarkan sebagai upaya kewaspadaan atas kasus gangguan gagal ginjal akut progresif atipikal. Jadi, kami telah membuat surat imbauan yang akan kami lampirkan dengan SE Kemenkes," paparnya, Rabu (26/10/2022).

Nantinya, surat beserta lampiran SE Kemenkes segera disampaikan ke seluruh fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, klinik, puskesmas, praktik dokter mandiri, maupun apotek.

Sementara itu, Apotek Tlogomas 61 yang berada di Jalan Raya Tlogomas, Kota Malang mulai menarik sejumlah obat sirop. Terdapat dua sirop yang tidak lagi dijual yakni, Unibebi Cough Syrup dan Termorex ukuran 60 ml.

Pemilik Apotek Tlogomas 61, Anidya Nursaidah mengungkapkan bahwa alasan penarikan karena kandungan eliten glikol (EG) dan/atau dietilen glikol (DG) berada di atas ambang batas.

Baca Juga: Pedagang hingga Driver Ojol Malang Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan

"Sehingga kedua jenis obat itu dilakukan recall atau diganti dengan obat lainnya dengan nomor batch yang berbeda. Tinggal dua biji, memang stoknya tidak banyak, dan ini ditemukan adanya kandungan eliten glikol," ujarnya.

Ia mengaku sudah membaca Surat Edaran dari Kemenkes dan BPOM RI terkait obat sirop yang aman diperjualbelikan. Informasi ia dapatkan setelah bergabung dengan Ikatan Apoteker Indonesia.

"Saat ini, masih ada yang menjual obat Unibebi Cough Syrup dan Termorex ukuran 30 ml karena dianggap tidak ada temuan masalah oleh BPOM RI," ujarnya.

Baca Juga: Diskon Iuran 50 Persen, BPJS Ketenagakerjaan Kota Malang Incar Sektor Informal

Harapannya industri pabrik pembuat sirop agar lebih jeli dalam memilih bahan-bahan yang aman untuk konsumen. Selain itu, ia barharap agar pengusaha apotek bisa memberikan obat yang aman dan layak digunakan.

"Sehingga kita yang di pelayanan bisa memberikan obat yang aman dan layak digunakan untuk konsumen, lebih intinya mengikuti aturan dari BPOM," tutupnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.