Selasa, 23 Jun 2026 10:52 WIB

Pentingnya Lihat Riwayat Lahir Anak Penderita Gagal Ginjal Akut

Pakar Farmasi Universitas Surabaya (Ubaya) Eko Setiawan, S.Farm., M.Sc., Apt (kanan). (foto: Farizal Tito)
Pakar Farmasi Universitas Surabaya (Ubaya) Eko Setiawan, S.Farm., M.Sc., Apt (kanan). (foto: Farizal Tito)

jatimnow - Merebaknya kasus gangguan ginjal pada anak akut memantik reaksi dari praktisi. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, korban meninggal anak penderita gangguan ginjal akut sudah menyentuh angka 99.

Namun demikian, korban meninggal adalah mayoritas anak-anak. Hal ini disebabkan organ dalam anak-anak dengan orang dewasa tidak sama.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Pandangan ini disampaikan pakar farmasi dari Universitas Surabaya (Ubaya) Eko Setiawan, S.Farm., M.Sc., Apt yang menilai anak usia di bawah enam tahun paling banyak terkena gagal ginjal akut.

Karena itu, bagi anak-anak yang menderita penyakit ini perlu dilihat riwayat lahir, apakah usia cukup dalam kandungan atau prematur. Jika dari prematur ada catatan khusus terkait dengan perkembangan organ.

“Kemungkinan besar salah satunya pre-organnya belum seperti orang dewasa, yang kapasitas kerja organnya sudah optimal,” ujar Eko Setiawan, Kamis (20/10/2022).

Ia menambahkan bahwa pada anak-anak usia dua tahun secara fisologi sudah semestinya organ bekerja secara optimal, seperti orang dewasa.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Akhir Pekan Ini: Cerah

Di Indonesia, hingga saat ini baik Kementerian Kesehatan maupun BBPOM masih melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap senyawa yang terkandung pada obat sirop.

Pria yang juga peniliti di Pusat Informasi Obat dan Layanan Kefarmasian (PIOKL) Ubaya itu menilai, keputusan pemerintah dalam menghentikan sementara konsumsi sirop pada anak sangatlah tepat.

“Pemerintah juga menganjurkan agar anak-anak diberikan obat puyer untuk konsumsi jika mengalami sakit dengan resep dokter. Meski ada rasa pahit, tapi boleh ditambahkan madu sebagai konsumsi obat anak," ungkapnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Sementara pada obat herbal, masyarakat bisa meracik obat penurun panas dengan bahan daun alang-alang yang direbus. Hal itu tentu saja tidak menjamin efektivitas obat dalam menurunkan demam anak.

"Kalau ditanya, apa ada alternatif pengganti obat sintetis atau tidak? Tentu ada. Bisa menggunakan herbal. Tapi jika dituntut untuk sama efektivitasnya (penurunan demam), ini jadi isu lain. Karena datanya sejauh ini tidak ada,” jabarnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.