Minggu, 14 Jun 2026 09:38 WIB

Tak Dapat BLT BBM, Warga Miskin di Jombang Terima Bantuan Sembako dari Desa

Penyaluran batuan sembako untuk warga miskin di Desa Kepatihan yang tak menerima BLT BBM.(Foto: Kades Kepatihan)
Penyaluran batuan sembako untuk warga miskin di Desa Kepatihan yang tak menerima BLT BBM.(Foto: Kades Kepatihan)

jatimnow.com - Amburadulnya pendataan BLT BBM dari pemerintah, membuat sejumlah warga miskin di Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, gigit jari. Lantaran tak menerima bantuan tersebut, pihak pemerintah desa berinisiatif memberikan bantuan sembako.

Kepala Desa Kepatihan Erwin Pribadi menjelaskan, penyaluran bantuan sembako diperuntukkan bagi masyarakat miskin terdampak atas kenaikan harga BBM, namun tidak mendapatkan BLT BBM.

Baca Juga: Dinas Sosial Tulungagung Salurkan Bansos Kemensos RI ke Ratusan Masyarakat

"Ada sebanyak 325 KPM warga non-DTKS yang tergolong prasejahtera mendapatkan bansos pangan. Bantuannya berupa beras, ayam, ikan, gula, minyak dan telur," ungkap Erwin, Senin (17/10/2022).

Anggaran ini diambil dari refocusing RKA PKK Desa Kepatihan sebesar Rp40 juta, yang baru bisa direalisasikan setelah diperbolehkan perubahan anggaran APBDes tahun anggaran 2022.

"Perubahan anggaran ini dilakukan pihak Desa, setelah mendapatkan desakan dari warga masyarakat yang terdampak serius atas kenaikan harga BBM. Kenaikan BBM ini juga berimbas pada kebutuhan pokok hidup lainnya," katanya.

Erwin berharap pada pemerintah agar melakukan refocusing. Sebab saat ini refocusing anggaran pemerintah sangat dibutuhkan.

Baca Juga: Rangkul Warga Sekitar, DWP UIN KHAS Jember Salurkan Bantuan Jelang Iduladha

"Bukan hanya saat pandemi Covid kemarin pemerintah melakukan refocusing. Seharusnya jika ada kejadian khusus seperti kenaikan BBM, pemerintah harusnya peka terhadap gejolak sosial dengan melakukan pengalokasian anggaran khusus untuk menstabilkan daya beli masyarakat," pungkasnya.

Penyaluran bantuan sembako disambut baik oleh warga miskin Desa Kepatihan yang tak mendapat BLT BBM. Salah satunya adalah Bimantoro (53). Menurutnya, bantuan berupa bahan pangan sangat membantu dalam keberlangsungan hidup sehari-hari warga miskin.

"Sangat bersyukur atas pemberian bantuan pangan ini. Bahan pangan bisa untuk bertahan hidup beberapa hari ke depan," ungkap bapak satu anak.

Baca Juga: Pemkot Kediri Perbarui DTSEN, Pastikan Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

Hal senada diungkapkan Sumarnik. Janda berusia 63 tahun itu berharap bantuan bukan dari desa saja, tapi juga dari pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten.

"Ya harapannya bantuan BPNT bisa diberikan secara bergantian dan penerimanya bukan itu itu saja tiap tahun," tukasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.