Jumat, 12 Jun 2026 12:56 WIB

Tambang Galian C Putus Akses Jalan Bikin Warga Geregetan

Seseorang berdiri di jalan usaha tani yang terputus akibat galian c.(Foto: Mohamad for jatimnow.com)
Seseorang berdiri di jalan usaha tani yang terputus akibat galian c.(Foto: Mohamad for jatimnow.com)

jatimnow.com - Warga Dusun Sekiping, Desa/Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, memprotes aktivitas tambang galian C yang mengakibatkan akses jalan usaha tani putus.

Sejumlah warga protes karena akses jalan yang biasanya digunakan pergi ke sawah kondisinya rusak dan hancur serta terputus total hingga membahayakan gegara aktivitas tambang pasir dan batu (sirtu).

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Sejumlah warga yang memprotes adanya tambang sirtu meminta pihak pengelola galian C memperbaiki jalan usaha tani yang dulunya hijau sekarang gersang dan terputus. Lalu para warga melapor ke pemerintah desa karena protes mereka tak digubris pengelola galian C.

"Jalan pertanian putus karena ada tambang itu kami tidak bisa lewat. Jalannya putus, biasanya digunakan untuk akses petani ke lahan tebu, padi, singkong dan lombok," kata seorang petani Tohir (73), Sabtu (8/10/2022).

Bagian tepi jalan usaha tani yang dikeruk ekskavator di tambang galian C tergerus air hujan sehingga menyebabkan tanah ambles memutus akses jalan. Selain mengakibatkan jalan putus, tambang galian C juga merusak lingkungan. Terutama menyebabkan lahan sawah milik warga yang berada persis di samping tambang juga ambrol.

"Kalau jalan pertanian tidak putus mungkin kami tidak akan seperti ini harapannya segera diperbaiki oleh pemilik tambang," ujarnya.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Menurut Tohir, kesepakatan hasil mediasi antara warga dengan pemilik tambang, jalan usaha tani yang terputus itu akan diperbaiki.

"Kalau tidak hujan besok akan diperbaiki ya oleh pemiliknya. Warga minta agar jalan dikembalikan lagi seperti semula sehingga petani tidak sampai kesulitan menuju ke sawah," tukasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Dawarblandong Winaryo menjelaskan, mediasi dilakukan terkait adanya kerusakan jalan usaha tani antara warga dan pemilik galian C.

Baca Juga: 55 Ruas Jalan Lamongan Sepanjang 35 Km Masuk Prioritas Perbaikan

"Ya mediasi berkenaan dengan galian karena ada tanah sedikit jalan pertanian itu longsor yang menyebabkan akses lewat masyarakat tidak bisa. Longsor terkena hujan kemarin ya sekitarnya itu digali kemudian turun hujan deras terus longsor," tegasnya.

Menurut Winaryo, tambang galian-C berizin dan telah beroperasi selama kurang lebih dua tahun.

"Yang terdampak jelas para petani untuk tambang galian C ini berizin resmi. Jadi hasil kesepakatan besok kalau tidak hujan akan diperbaiki dikembalikan seperti semula," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.