Senin, 08 Jun 2026 13:12 WIB

Sudah Tahu Udeng Pacul Gowang? Berikut Filosofinya

Murid SMPN 4 Sidoarjo yang sedang membuat Udeng Pacul Gowang.(Foto: Zainul Fajar)
Murid SMPN 4 Sidoarjo yang sedang membuat Udeng Pacul Gowang.(Foto: Zainul Fajar)

jatimnow.com – Udeng adalah penutup kepala yang lazim digunakan pria suku Jawa maupun Bali. Penggunaan udeng dalam masyarakat suku Jawa khususnya, digunakan oleh laki-laki yang telah menginjak akil baligh atau menuju dewasa.

Kabupaten Sidoarjo memiliki udeng khas, yakni “Udeng Pacul Gowang”. Udeng Pacul Gowang resmi terdaftar dan memiliki sertifikat Kekayaan Intelektual (KI) dari Kementerian Hukum dan HAM berbarengan dengan makanan kupang lontong, tari banjar kemuning, dan musik patrol Sidoarjo pada awal 2022.

Baca Juga: Mahasiswa FIK Ubaya Sabet Tiga Gelar di Asian Student Fashion Week 2026

Mendapat sertifikat dan terdaftar di Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Indonesia menjadikan Udeng Pacul Gowang telah sah dan resmi menjadi bagian dari ikonik Kabupaten Sidoarjo. Udeng yang secara simbolis mengartikan kewibawaan, berilmu, dan kerendahan hati tersebut diyakini sebagai bentuk melihat pria atau laki-laki di Sidoarjo.

Banyak yang belum tahu makna sesungguhnya Udeng Pacul Gowang khas Sidoarjo. Jika dilihat dari bentuknya, Udeng khas Kota Delta memiliki keunikan tersendiri. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Terdapat lubang separuh pada bagian atas Udeng.
Pada Udeng Pacul Gowang terdapat lubang di atasnya atau tidak menutupi kepala sepenuhnya seperti udeng pada umumnya. Makna di balik tidak tertutup sepenuhnya pada bagian kepala atau para seniman Sidoarjo menyebutnya “Gowang”. Makna gowang adalah keseimbangan antara apa yang harus dirahasiakan untuk dirinya sendiri dan terbukanya sebagian pikiran terhadap pendapat dari luar.

Baca Juga: Awali Buka Giling, PG Modjopanggung Tulungagung Gelar Manten Tebu

2. Sisi Runcing (Buncen Runcing)
Tiap sisi Udeng Pacul Gowang juga memiliki khas tersendiri. Pada sisi runcing atau buncen runcing seperti pada bagian belakang terdapat dua lipatan kecil yang berdiri layaknya gagang Pacul melambangkan bahwa seseorang harus memiliki kecerdasan, kepandaian, dan berilmu tinggi. Selain itu pada sisi runcing udeng melambangkan jiwa teguh serta kokoh.

3. Sisi Tumpul (Buncen Tumpul)
Pada sisi tumpul Udeng Pacul Gowang memiliki makna yakni seseorang hendaknya memiliki rasa rendah hati atau tidak angkuh agar dapat menyatu ditengah masyarakat.

Baca Juga: Wabup Sidoarjo Mimik Idayana Raih Gelar Sarjana, Janji Benahi Birokrasi

4. Sisi Tengkuk
Pada bagian belakang atau tengkuk juga terdapat lipatan. Pada bagian ini para seniman Kota Delta sepakat bahwa sisi tengkuk melambangkan seseorang harusnya dapat melihat apa yang menjadi kesalahannya dahulu dalam melihat atau menilai orang lain. 

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.