Kamis, 23 Jul 2026 08:42 WIB

Mahasiswa Program RPL Tanggung Biaya Kuliah Sendiri Jika Lulusnya Molor

Kabid PKD dan TTG Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bojonegoro Muhammad Imam Affan saat memberikan keterangan.(Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Kabid PKD dan TTG Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bojonegoro Muhammad Imam Affan saat memberikan keterangan.(Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro anggarkan beasiswa kuliah sebesar Rp5,4 juta per semester bagi 1.002 mahasiswa yang mengikuti Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan dan Kerja Sama Desa (PKD) dan Teknologi Tepat Guna (TTG) DPMD Kabupaten Bojonegoro Muhammad Imam Affan menyampaikan, program RPL ditujukan bagi perangkat desa yang belum memiliki ijazah strata satu (S1) dengan model perkuliahan singkat selama 2 tahun. Sementara untuk biaya perkuliahan ditanggung APBD Kabupaten Bojonegoro.

Baca Juga: Beasiswa dari Mas Dhito Banyak Peminat, Tim Verifikasi Pastikan Kondisi Riil Pemohon

"Separuh SKS sudah tercover dengan portofolio kegiatan di desa. Jadi hanya setengahnya lagi yang harus diselesaikan, sehingga membutuhkan waktu 2 tahun atau 4 semester," ujarnya.

Sebelumnya, pihak DPMD membuka kuota pendaftar sebanyak 1.800 mahasiswa. Namun jumlah itu diprediksi tidak terserap sepenuhnya. Saat ini DPMD Bojonegoro hanya menganggarkan untuk 1.002 mahasiswa. Masing-masing mahasiswa dianggarkan Rp5.400.000 per semester dengan penagihan di akhir tahun atau dua semester.

"Sampai saat ini, kami masih menunggu dari pihak kampus ada berapa mahasiswa aktif dan berapa yang drop out. Sehingga nanti pembayarannya sesuai dengan jumlah mahasiswa," jelasnya.

Sejauh ini tidak terdapat kendala. Hanya saja beberapa mahasiswa mengeluhkan tugas yang banyak. Sementara mereka juga harus menyelesaikan pekerjaan di masing-masing desa.

"Dari evaluasi kemarin, minta kelonggaran dalam tugas. Tapi menggantikan SKS itu tidak mudah. sebagai gantinya melalui tugas-tugas itu, jadi walaupun berat harus tetap dijalani," Jelasnya.

Imam menambahkan, belum ditemukan mahasiswa yang drop out tahun ini. Jadi jumlahnya masih lengkap. Namun untuk tahun depan masih belum bisa diprediksi tetap lengkap atau tidak. Sebab tahun depan sudah mulai pengerjaan tugas akhir.

Baca Juga: Mahasiswa Tulungagung Gelar Aksi, Soroti Pemadaman Bergilir yang Dilakukan PLN

"Kalau lulusnya molor, biaya kemoloran tambah sendiri. Target kelulusan 4 semester. Kalau mengikuti sistem dengan baik ya sesuai target," tandasnya.

Ditanya lebih lanjut terkait rencana pembukaan kembali kuota RPL, Affan mengaku masih perlu evaluasi. Sebab pelaksanaan program ini adalah pertama Indonesia. Apabila program sukses dan berjalan lancar, memungkinkan untuk kembali dijalankan.

"Kami nanti akan evaluasi dulu. Beberapa kemarin juga ada yang berpotensi ikut, namun terkendala masa jabatan. Juga evaluasi keberhasilan apakah nanti jumlah kelulusan sama dengan jumlah masuk awal. Karena secara anggaran Pemkab Bojonegoro sangat mampu. Akan tetapi tetap kami evaluasi dulu keberhasilanya nanti diakhir tahun," pungkasnya.

Sementara salah satu mahasiswa RPL Desa yang enggan disebutkan namanya mengaku sempat kesulitan dalam memenuhi tugas dari dosen. Pasalnya, ia yang sebelumnya minim pengetahuan dalam mengoprasikan laptop dan berbagai aplikasi selama menjalani perkuliahan jarak jauh.

Baca Juga: Teliti Berita Olahraga Al Jazeera, Mahasiswa UINSA Kaji Tindak Tutur Ilokusi

"Progam ini sangat membantu, ada banyak pengetahuan baru yang di dapat. Jadi memang kuliah itu sangat penting, karena praktik di lapangan tanpa dibekali teori ini bisa rancu," bebernya kepada jatimnow.com saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (30/9/2022).

Mahasiswa progam studi administrasi negara Universitas Negeri Surabaya itu mengaku sempat mengalami kesulitan dalam membagi waktu. Di samping menyelesaikan tugas sebagai perangkat desa, dia juga harus disibukkan dengan tugas rumah tangga. Namun itu tak menyurutkan semangatnya untuk terus belajar.

"Harapannya semoga semuanya lancar bisa lulus tepat waktu," tutupnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.