Kamis, 11 Jun 2026 02:44 WIB

Pasar Hewan Tulungagung Dibuka Lagi, Harga Sapi Naik

Aktivitas pedagang di pasar hewan terpadu Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Aktivitas pedagang di pasar hewan terpadu Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

Tulungagung - Setelah sempat ditutup selama 4 bulan, aktivitas pasar hewan terpadu di Kabupaten Tulungagung mulai berjalan normal. Sebelumnya kegiatan penjualan hewan ternak sapi dan kambing di pasar ini dihentikan pasca-temuan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ditemukan.

Pemkab Tulungagung memutuskan membuka kembali pasar hewan ini, setelah capaian vaksinasi PMK mencapai 85 persen. Capaian ini menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa Timur.

Baca Juga: MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Kabid Keswan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung, drh Eva Tutus Sumariyani mengatakan untuk sementara pasar hewan ini hanya diperuntukkan bagi pedagang lokal saja. Pedagang dari luar kota dilarang masuk ke pasar tersebut. Petugas telah melakukan screening dari pintu masuk pasar.

"Ada petugas dari Satpol PP yang melakukan pemeriksaan di pintu masuk, mereka yang dari luar kota untuk sementara belum bisa berdagang di pasar ini," ujarnya, Senin (19/09/2022).

Petugas juga disiagakan untuk memeriksa kondisi hewan yang dijual di pasar ini. Pedagang dianjurkan untuk menjual ternak yang sudah divaksin. Mereka membuka posko vaksin di pasar ini, jika pedagang menginginkan vaksinasi PMK untuk hewan ternak yang hendak dijualnya.

Baca Juga: Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

"Kita siapkan posko vaksin PMK di pasar hewan ini, sebagai langkah antisipasi jika ada hewan yang belum menerima vaksin dan akan dijual," terangnya.

Sementara itu salah seroang pedagang hewan, Daroini , menyambut gembira pembukaan pasar hewan ini. Selama beberapa bulan terakhir ini mereka hanya menjual hewan secara online.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Harga hewan ternak sapi sendiri kini sedang mengalami kenaikan hingga Rp2 juta per ekor. Kenaikan harga ternak sapi ini dikarenakan menurunnya jumlah populasi akibat serangan penyakit PMK.

"Sedangkan permintaan pasar cukup tinggi semantara populasinya menurun hingga 40 persen, akibatnya sekarang harganya naik," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

BMKG sarankan warga untuk selalu membawa pelindung panas dan menjaga stamina tubuh karena suhu di Surabaya cenderung tinggi.