Minggu, 26 Jul 2026 13:43 WIB

Pasar Hewan Tulungagung Dibuka Lagi, Harga Sapi Naik

Aktivitas pedagang di pasar hewan terpadu Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Aktivitas pedagang di pasar hewan terpadu Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

Tulungagung - Setelah sempat ditutup selama 4 bulan, aktivitas pasar hewan terpadu di Kabupaten Tulungagung mulai berjalan normal. Sebelumnya kegiatan penjualan hewan ternak sapi dan kambing di pasar ini dihentikan pasca-temuan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ditemukan.

Pemkab Tulungagung memutuskan membuka kembali pasar hewan ini, setelah capaian vaksinasi PMK mencapai 85 persen. Capaian ini menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa Timur.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kanjengan, Mantan Bupati Tulungagug Maryoto Diperiksa Kejaksaan

Kabid Keswan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung, drh Eva Tutus Sumariyani mengatakan untuk sementara pasar hewan ini hanya diperuntukkan bagi pedagang lokal saja. Pedagang dari luar kota dilarang masuk ke pasar tersebut. Petugas telah melakukan screening dari pintu masuk pasar.

"Ada petugas dari Satpol PP yang melakukan pemeriksaan di pintu masuk, mereka yang dari luar kota untuk sementara belum bisa berdagang di pasar ini," ujarnya, Senin (19/09/2022).

Petugas juga disiagakan untuk memeriksa kondisi hewan yang dijual di pasar ini. Pedagang dianjurkan untuk menjual ternak yang sudah divaksin. Mereka membuka posko vaksin di pasar ini, jika pedagang menginginkan vaksinasi PMK untuk hewan ternak yang hendak dijualnya.

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Tulungagung Sudah Capai 45 Persen, Bulan Depan Rampung

"Kita siapkan posko vaksin PMK di pasar hewan ini, sebagai langkah antisipasi jika ada hewan yang belum menerima vaksin dan akan dijual," terangnya.

Sementara itu salah seroang pedagang hewan, Daroini , menyambut gembira pembukaan pasar hewan ini. Selama beberapa bulan terakhir ini mereka hanya menjual hewan secara online.

Baca Juga: 88 Persen SD di Tulungagung Gagal Penuhi Pagu Saat SPMB

Harga hewan ternak sapi sendiri kini sedang mengalami kenaikan hingga Rp2 juta per ekor. Kenaikan harga ternak sapi ini dikarenakan menurunnya jumlah populasi akibat serangan penyakit PMK.

"Sedangkan permintaan pasar cukup tinggi semantara populasinya menurun hingga 40 persen, akibatnya sekarang harganya naik," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.