Minggu, 07 Jun 2026 09:37 WIB

Wow! Mahasiswa UHW Perbanas Surabaya Ciptakan Lampu Anti Insomnia

Mahasiswa UHW Perbanas Surabaya memamerkan lampu anti insomnia ciptaannya (Foto: UHW Perbanas Surabaya)
Mahasiswa UHW Perbanas Surabaya memamerkan lampu anti insomnia ciptaannya (Foto: UHW Perbanas Surabaya)

Surabaya - Empat Mahasiswa Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas Surabaya berhasil menciptakan lampu anti insomnia. Lampu yang berfungsi 3-in-1 itu juga dapat meningkatkan kualitas tidur seseorang.

Lampu yang dinamai Lantern ini menyuguhkan perpaduan antara lampu tidur, aroma terapi dan hiasan kamar. LANTERN dapat memberikan rasa nyaman dan tenang sepanjang malam.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Keempat mahasiswa itu adalah Astika Puspitasari (S1 Manajemen), Lutfiyatul Inayah (D3 Perbankan dan Keuangan), Dewi Rosanti (D3 Perbankan dan Keuangan) dan Krisnanda Dwi Cahyo (D3 Perbankan dan Keuangan).

Ketua kelompok pembuat lampu Lantern, Lutfiyatul Inayah menjelaskan, saat digunakan, lampu yang terbuat dari jar kaca ini bisa memberikan suasana berbeda saat menikmati keindahan kamar dengan unsur siluet dari pancaran cahayanya.

"Kenapa kita pilih lampu tidur ini berbahan dasar jar kaca, yakni untuk memunculkan inovasi siluet yang dilengkapi aroma terapi untuk merelaksasikan pikiran ketika pengguna mencium wanginya," ujar Lutfiyatul melalui siaran tertulis, Minggu (11/9/2022).

Sedangkan proses penciptaan lampu tidur 3 in 1 ini berangkat dari sebuah riset. Di situ, keempat mahasiswa tersebut menemukan bahwa tingkat stres dan kecemasan rang di Indonesia meningkat di Tahun 2022.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

"Hal itu mengganggu kualitas tidur di malam hari. Lalu kami menyebar link survei melalui kuisioner Google form terkait kualitas tidur masyarakat," jelas Mahasiswi Program D3 Perbankan dan Keuangan itu.

Dia menjelaskan, dari hasil riset ditemukan rata-rata kualitas tidur masyarakat tergolong cukup buruk, yaitu berdurasi di bawah 5 jam. Padahal normalnya, rata-rata manusia tidur per harinya 7,5 jam.

"Sedangkan pada lampu itu juga terdapat barcode spotify yang dapat di-scan berisi playlist lagu, podcast afirmasi, meditasi, seperti meditasi overthingking, cara tidur nyenyak dan bagaimana cara mengatasi kesulitan tidur itu sendiri," bebernya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sementara Astika Puspitasari mengaku tidak menemui banyak kesulitan dalam proses pembuatan lampu tidur yang dikerjakan sejak Juli 2022 tersebut. Bahkan, lampu tidur karyanya itu kini sudah laku sebanyak 21 pcs.

"Kalau proses pembuatan, kendalanya ada pada proses pengecatan. Karena menunggu keringnya lama. Secara umum pembuatannya cukup mudah, tapi ada kesulitan tertentu. Untuk lakunya sudah 21 pcs. Semua dijual lewat platform digital hingga pemesanan langsung," terangnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.