Minggu, 26 Jul 2026 06:19 WIB

Nelayan di Sumenep Tewas Usai Perahunya Diterjang Ombak

Polisi saat di rumah duka, nelayan yang tergulung ombak di Perairan Sumenep. (Foto: Polres Sumenep/jatimnow.com)
Polisi saat di rumah duka, nelayan yang tergulung ombak di Perairan Sumenep. (Foto: Polres Sumenep/jatimnow.com)

Sumenep - Seorang nelayan tewas setelah perahunya tergulung ombak di Perairan Sumenep, Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, Minggu (21/8/2022).

Sebelum tewas, nelayan bernama Misnaye (52) warga Dusun Galaman, Desa Panaongan, sempat menyelamatkan menantunya yang melaut bersama dua orang lainnya. Kejadian berlangsung pukul 10.00 WIB.

Baca Juga: BMKG Ungkap Gelombang 2,5 Meter Ancam 12 Perairan Jatim 9-12 Juli 2026

Empat nelayan termasuk korban, yakni Khairul Rahman (21), Bahratun (30) dan Taufik Rahman (30), melaut menggunakan perahu Lancar Jaya pada pukul 04.30 WIB.

Kapolres Sumenep AKBP Eko Edo Satya melalui Kasi Humas AKP Widiarti menjelaskan, korban tewas akibat terombang-ambing di laut usai insiden terjadi.

"Satu orang meninggal. Setelah berusaha ditolong sama nelayan lain langsung dibawa ke Puskesmas. Namun, kondisinya sudah meninggal," jelasnya.

Baca Juga: Geger Air Sumur Bau Menyengat, Ternyata Ada Jasad Nenek yang Hilang di Sumenep

Perahu Lancar Jaya berangkat dari pelabuhan rakyat Racera di Dusun Somor Kramat, Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, untuk mencari ikan. Pukul 06.00 WIB, perahu hendak kembali ke Desa Panaongan. Namun sesaat sebelum mendekati pantai, mereka tergulung ombak dan keempatnya terlempar dari perahu.

"Kemungkinan kapal diterjang ombak dan membentur karang sehingga terbalik. Padahal jarak ke daratan sudah sekitar 500 meter," beber Widiarti.

Baca Juga: Gelombang 2,5 Meter Intai 8 Perairan Selatan Jatim 18-21 Juni 2026

Saat kejadian, Misnaye hendak menolong menantunya, Khairul. Sementara dua nelayan lainnya, berusaha meraih perahu yang terbalik usai diterjang ombak.

"Korban sempat berusaha menyelamatkan nelayan lain. Keduanya sekitar setengah jam bertahan di atas air. Kemudian ditolong dua nelayan dari darat, tapi satu orang meninggal. Sementara dua nelayan lain posisinya aman karena memegang badan perahu yang terbalik," katanya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.