Selasa, 23 Jun 2026 03:19 WIB

KIB Siap Bawa Politik Gagasan, Gerus Politik Identitas dalam Pilpres 2024

Ketum PAN Zulkifli Hasan, Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketum PPP Suharso Monoarfa dalam Silaturahmi Nasional KIB di Surabaya (Foto-foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Ketum PAN Zulkifli Hasan, Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketum PPP Suharso Monoarfa dalam Silaturahmi Nasional KIB di Surabaya (Foto-foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Tiga ketua umum partai politik dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) menyampaikan gagasan politik untuk kemenangan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Ketiga ketua umum partai itu adalah dari PAN Zulkifli Hasan, Golkar Airlangga Hartarto, dan PPP Suharso Monoarfa. Ketiganya bertemu dari Silaturahmi Nasional KIB di Shangrilla Hotel Surabaya, Minggu (14/8/2022).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Ketiganya menyampaian gagasan politiknya, diikuti para petinggi dari masing-masing partai di tingkat DPP hingga kabupaten dan kota di Jatim.

Tampak hadir, Ketua DPW PAN Jatim Ahmad Rizki Sadig, Ketua DPD Golkar Jatim M Sarmuji dan Ketua DPW PPP Jatim Munjidah Wahab. Juga para rektor dan akademisi sebagai pembanding dan pemberi masukan dari visi-misi yang disampaikan KIB.

Penyampaian gagasan diawali dari Ketum PAN Zulkifli Hasan. Dia mengatakan, ke depan, KIB akan membawa politik gagasan untuk menggerus istilah politik identitas.

 Silaturahmi Nasional Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di Surabaya Silaturahmi Nasional Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di Surabaya

"Selain melahirkan politik gagasan, mengurai politik identitas dan perpecahan-perpecahan. Kita juga akan mengajak mengevaluasi sistem demokrasi kita yang hari-hari ini menjadi demokrasi yang transaksional," ujar Zulhas-sapaan akrabnya.

Menteri Perdagangan RI itu menegaskan, demokrasi transaksional akan menimbulkan kesenjangan sosial, kegaduhan dan dis-harmoni antar warga Indonesia. Dia mengaku cemas. Sebab efek dari Pilpres 2019 lalu, pertarungan antara kadrun dan kampret akirnya memecah bangsa Indonesia menjadi dua kelompok.

"Oleh karena itu kita menawarakan politik gagasan. Yang kedua value demokrasi yang sukses pastinya akan melahirkan sistem yang baik, sistem yang baik akan melahirkan undang-undang yang baik," paparnya.

"Oleh karena itu, perlu kita mengevaluasi sistem demokrasi kita yang lebih demokratis, bukan pemilu yang terjadi transaksional," sambung Zulhas.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketum PPP Suharso Monoarfa. Dia mengatakan, berdirinya KIB merupakan panggilan sejarah. Menurutnya, KIB ditakdirkan untuk membawa aroma baru dalam dunia politik di Indonesia.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Akhir Pekan Ini: Cerah

"Angka kemiskinan harus kita tekan serendah-rendahnya. Kita dipanggil untuk memperbaiki taraf hidup, pangan, energi, sandang dan papan yang terjangkau bagi segenap rakyat Indonesia," terang Suharso.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI itu juga menegaskan, poin-poin tersebut akan menjadi pusat fokus KIB, dalam melakukan pembangunan di Indonesia.

 Silaturahmi Nasional Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di Surabaya. Silaturahmi Nasional Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di Surabaya.

"Ini prioritas yang tidak boleh diabaikan. Kita dipanggil untuk memperbanyak dan memperluas serapan tenaga kerja kita. Semua tenaga kerja disegala sektor harus ditingkatkan, agar tercipta regenerasi yang tak durhaka pada zamannya," imbuhnya.

Selain bidang ekonomi, KIB ke depan juga akan fokus pada sektor kesehatan dan pendidikan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Kita dipanggil untuk meningkatkan layanan kesehatan. Kita wajib mewujudkan generasi yang sehat dan cerdas. Kita wajib membangun generasi terbaik Indonesia yang kalau disederhanakan adalah sehat, cerdas dan bekerja, dan memiliki tabungan yang cukup di hari tua. Sekali lagi mari bersatu, mari rebut kemenangan, dan mari kita tak durhaka pada zaman dengan politik uang yang ada di hadapan," papar Suharso.

Sementara Ketum Golkar Airlangga Hartarto mengungkapkan, KIB merupakan formasi genap karena lahir dari darah nasionalis dan religius. Pihaknya bertekad, KIB siap membuka lapangan tarung bagi siapapun yang bisa menyumbang ide dan gagasan positif bagi bangsa Indonesia.

"Beberapa langkah telah dilakukan termasuk saat kita mendaftar bersama. Yang utama adalah kita mengedepankan politik gagasan, politik persatuan, bukan politik identitas yang memecah belah bangsa Indonesia," ucapnya.

Menko Perekonomian RI itu juga mengajak kepada seluruh warga Indonesia kembali sadar terhadap cinta tanah air dan NKRI yang seharusnya tidak bisa ditebus oleh politik transaksional, serta bertarung melawan perpecahan.

"Kita harus sadar bahwa kita punya kecintaan terhadap NKRI dan kita juga harus mengembangkan program yang sifatnya inklusif. Artinya menyatukan semua dan juga mengedepankan seluruh komponen bangsa baik berbeda agama, kebudayaan, maupun kesetaraan gender," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.