Rabu, 10 Jun 2026 17:58 WIB

Predator Anak di Jember Dilaporkan Polisi, Begini Modus Pencabulannya

Ketua RW 12 Kelurahan Jember Kidul laporkan warganya ke Mapolres Jember (Foto : Dwi Kuntarto Aji/jatimnow.com)
Ketua RW 12 Kelurahan Jember Kidul laporkan warganya ke Mapolres Jember (Foto : Dwi Kuntarto Aji/jatimnow.com)

Jember - Warga Lingkungan Kulon Pasar, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates melaporkan dugaan pelecahan yang dilakukan oleh MY ke Polres Jember, Sabtu (6/8/2022).

Menurut Ketua RW 12 Muhammad Muslih kedatangan dirinya bersama warga untuk melaporkan salah satu warganya berinisial MY. Ia diduga telah melakukan pelecehan seksual seorang anak yang masih duduk di sekolah asar.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

"Kami melaporkan salah satu warga yang diduga melakukan pelecehan," kata Muslih saat dikonfirmasi.

Dugaaan ini berawal saat anak di lingkunganya mengejek Musli, dengan perkataan, bahwa dirinya tidak akan mungkin berani kepada MY, karena berteman baik.

“Saya kan bingung, apa maksud dari perkataan anak-anak, akhirnya mereka saya kumpulkan dan saya tanya satu persatu,” ujarnya.

Setelah mengumpulkan anak-anak ini, Muslih terkejut. Musli mendengar pengakuan dari salah satu anak berinisial R, bahwa dirinya telah menerima perlakuan tak senonoh (pelecehan seksual) dari pelaku selama tiga tahun.

“R mengaku, perlakuan itu sejak kelas 3 SD dan sekarang sudah kelas 6, setelah ditanya lebih mendalam diketahui korbannya sudah ada 5 orang, satu perempuan dan 4 laki-laki,”jelasnya.

Muslih menambahkan ,selama ini perbuatan tidak senonoh tersebut di lakukan di rumah MY .

Informasi dari korban ini MY selalu melakukan pada hari Kamis , karena sang istri melakukan kegiatan pengajian di luar rumah.

Baca Juga: Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Ia menjelaskan cara MY untuk melalukan niat itu dengan cara mata korban disuruh tutup dan baju dibuka.

"Lalu pusaran perut korban, dioles-oles dengan kemaluan pelaku, hingga keluar cairan,” terangnya.

Muslih menerangkan, bukan hanya di rumah sendiri, korban mengaku menerima perlakuan tak terpuji dari pelaku juga di Surabaya.

“Orang tua percaya diajak ke Surabaya, tapi ternyata di sana juga diperlakukan dengan cara yang sama,” jelasnya.

Pelecehan tersebut nyaris tidak diketahui oleh orang tua korban. Sebab pelaku merupakan sosok yang dituakan oleh masyarakat sekitar. Bahkan, warga memanggilnya dengan nama Pak Haji.

Baca Juga: Kerja Sama Sister City Jember-Jinhua Tuai Pujian Akademisi UB

“Baru kemarin orang tua korban mengetahui, setelah tahu orang tua dan mau demo, tapi saya cegah, supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Muslih menjelaskan, terakhir percobaan pelecehan tersebut terjadi pada seorang anak SD yang tinggal di RW lain lima hari lalu, namun tidak berhasil. Modus yang dilakukan sama dengan R yaitu disuruh ditutup mata dan baju dibuka.

“Beruntung anaknya berontak dengan alasan mau kencing, kemudian dia ke bawah dan melihat pintu tidak dikunci, Dia kabur,” ungkapnya.

Sementara, Petugas Piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Jember mengaku telah menerima laporan pencabulan tersebut dan akan dilimpahkan ke Satreskirm Perlindungan Perempuan dan Anak.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.

Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Ritual tersebut merupakan perayaan penting dalam agama Buddha yang menghormati kelahiran, pencerahan, dan parinirvana Sang Buddha Gautama.