Rabu, 22 Jul 2026 04:14 WIB

Peringatan 1 Suro Sisakan 202,5 Kg Sampah di Alas Purwo Banyuwangi

Sampah plastik berserakan di hutan menuju Gua Istana.(Foto: Rony Subhan)
Sampah plastik berserakan di hutan menuju Gua Istana.(Foto: Rony Subhan)

Banyuwangi - Peringatan 1 Muharram atau Suro meninggalkan persoalan di Alas Purwo Banyuwangi. Kawasan hutan yang masuk Taman Nasional itu penuh sampah setelah didatangi ribuan orang. Bukan hanya dari Bayuwangi, pengunjung juga datang dari daerah lain. Seperti Jember, Situbondo, Jombang dan lainnya.

Taman Nasional Alas Purwo terletak di Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi. Tempat tersebut sejak zaman dahulu menjadi jujukan para petapa dari segala penjuru nusantara. Selan bermeditasi, pengunjung di Alas Purwo juga bisa berwisata karena indahnya panorama pantai. Namun sejak masa pandemi Covid-19, Alas Purwo sempat ditutup.

Baca Juga: Tari Jaripah Banyuwangi Sambut Hangat Peserta Media Gathering Pertamina 2026

Ketika kembali dibuka, banyak pengunjung yang datang. Tapi tak sedikit dari mereka yang berperilaku kurang baik. Terutama membuang sampah bekas bungkus makanan dan minuman secara sembarangan.

Kepala Seksi Penglolah wilayah 1 Balai Taman Nasional Alas Purwo Probo Wresniaji menyayangkan prilaku pengunjung yang membuang sampah secara sembarangan.

“Kami sayangkan prilaku pengunjung, mereka membuang sampah di tempat yang tidak seharusnya. Mereka membuang sampah di sekitaran lokasi hutan lindung,” keluh Probo Wresniaji, Kamis (4/8/2022).

Sampah menumpuk di empat lokasi. Di situlah tempat pengunjung berkumpul untuk bermeditasi di awal Suro, yakni pada 29 sampai 31 Agustus. Lokasi-lokasi itu yakni Pantai Pancur, Pantai Trianggul Asri, Pantai Parang Ireng dan Gua Istana.

Baca Juga: Polres Lamongan Ultimatum Pesilat Jelang Suro

Diketahui, dari empat lokasi itu terkumpul sampah plastik dan organik sebanyak 202,5 kg. Sementara berdasarkan catatan pengelola Alas Purwo, total pengunjung yang datang mulai 29 sampai 1 Agustus mencapai 5.233 orang.

"Pengunjung harusnya bijak dan peduli terhadap kelestarian hutan. Bukan malah mencemari dan seolah tidak peduli pada lingkungan,” kata Probo.

Probo berharap tahun berikutnya masyarakat yang datang ke Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi ikut menjaga kelestarian hutan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Baca Juga: Kota Kediri Deklarasikan Aman Suro 2026, 900 Personel Disiagakan

“Semoga ke depan pengunjung bisa lebih bijak, lebih smart dan lebih peduli terhadap lingkungan,” tambahnya.

Perlu diketahui, pelayanan di Taman Nasional Alas Purwo Kembali normal seperti semula mulai 2 Agustus. Jam buka loket pelayanan pengunjung mulai pukul 08.00-16.00 WIB. Bagi Pengunjung yang akan melaksanakan ritual/meditasi di empat lokasi seperti Pantai Pancur, Pantai Trianggul Asri, Pantai Parang Ireng dan Goa Istana, dilarang bermalam.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.