Sabtu, 06 Jun 2026 11:46 WIB

Mahavihara Majapahit, Pembuktian Toleransi Tinggi di Mojokerto

Sejumlah wisatawan luar negeri lagi asyik berswafoto di depan rumpang Buddha Mahapari. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Sejumlah wisatawan luar negeri lagi asyik berswafoto di depan rumpang Buddha Mahapari. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

Mojokerto - Saya bersama 22 wartawan lainnya tiba di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto tepatnya di Mahavihara Majapahit.

Bau dupa langsung saya hirup ketika keluar dari bus yang membawa saya sejak dari peringgitan Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Tempat yang kami datangi ini merupakan tempat ibadah untuk umat beragama Buddha.

Baca Juga: Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Suasana Kerajaan Majapahit juga cukup kental terasa saat melihat gapura atau pintu masuk yang dibangun dengan batu bata.

Pelayan Mahavihara Majapahit, Romo Sriyono mengatakan, pemrakarsa tempat ibadah ini adalah Bhikkhu Viriyanadi Maha Tera.

"Tempat ini mulai dibangun pada tahun 1987 dan diresmikan pada tanggal 31 Desember tahun 1989 yang meresmikan pada waktu itu adalah beliau Gubernur Jawa Timur Soelarso," kata Sariyono, Minggu (31/7/2022).

Menurut Sariyono, Bhikkhu Viriyanadi Maha Tera membangun mahavihara di Desa Bejijong ini karena sisi historis kerajaan terbesar yakni Majapahit.

"Pertama sebagai tempat ibadah untuk umat beragama Buddha. Tempat ini atau vihara ini dibangun di Desa Bejijong yang mana tidak ada satupun rumah atau orang beragama Budha jadi tempat ibadah ini walaupun tempat ibadah agama Buddha tetapi masyarakat di sekitar sini luar biasa toleransinya," tuturnya.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Seiring dengan berjalannya waktu, sambung Sariyono, selain sebagai tempat ibadah untuk umat Buddha, vihara menjadi jujugan tempat wisata di Kabupaten Mojokerto.

"Memang kalau kita bicara tempat ini secara isinya adalah tempat ibadah tetapi tempat ini open, tempat ini welcome bagi siapa saja yang mau datang ke Mahavihara Majapahit. Saat ini menjadi salah satu bangunan yang menjadi ikon di Mojokerto adalah rumpang Buddha Mahapari," ujar Sariyono.

Saat saya dan beberapa jurnalis sedang bertanya-tanya tentang historis dan apa saja yang ada di Mahavihara Majapahit, sejumlah wisatawan luar negeri datang dan langsung mengabadikan momen dengan berswafoto di depan rumpang Buddha Mahapari.

Nampak beberapa wisatawan bule ini bertanya histori awal mula dan tujuan pembangunan hingga kenapa disebut Buddha Tidur kepada pelayan Mahavihara Majapahit dan Kepala Desa Bejijong Pradana Tera Mardiatna.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Pradana yang bisa berbahasa Inggris kemudian mengartikan penjelasan histori Buddha Tidur yang pertama dijelaskan oleh Sariyono kemudian disampaikan ke wisatawan bule tersebut.

Kades Bejijong Pradana Tera Mardiatna menjelaskan, Mahavihara Majapahit ini salah satu tempat ibadah agama Buddha yang juga dikenal tempat berwisata.

"Banyak wisatawan luar negeri datang ke sini seperti dari negara Thailand, India, Australia sudah kesini. Desa Bejijong juga ada wisata Candi Brahu, homestay rumah Majapahit, kami ada juga pengrajin batik, ada juga cor kuningan lalu ada telur asin asap," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

BMKG imbau warga selalu waspada potensi perubahan cuaca yang bisa terjadi kapan pun.