Jumat, 12 Jun 2026 05:14 WIB

Ada Kompleks Makam Tanpa Identitas di Tulungagung, Ha?

Petugas membersihkan kompleks makam tanpa identitas di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Petugas membersihkan kompleks makam tanpa identitas di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

Tulungagung - Sebuah kompleks pemakaman tanpa identitas terdapat di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Di tanah seluas 140 meter persegi ini, ratusan jenazah Mr X dan Mrs X dimakamkan.

Pemakaman ini dikelola oleh RSUD dr Iskak dan hingga kini masih dirawat. Secara berkala petugas juga mengirim doa untuk arwah tanpa nama yang dimakamkan di lokasi tersebut.

Baca Juga: MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr Iskak Tulungagung, Zuhrotul Aini mengatakan pemakaman ini digunakan sejak tahun 2009 hingga 2015. Jenazah tanpa identitas yang ditemukan petugas dimakamkan di kompleks tersebut.

Saat ini total terdapat 144 jenazah tanpa nama yang sudah dimakamkan. Jumlah tersebut terdiri dari 113 jenazah orang dewasa dan 31 bayi.

"Keberadaan makam ini berawal dari temuan jenazah tanpa identitas, sering kali hal tersebut menjadi kendala dalam proses pemakaman, akhirnya kita menyediakan lahan khusus untuk jenazah tersebut," ujarnya, Senin (18/7/2022).

Baca Juga: Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Sejak tahun 2015 makam ini penuh dan tidak digunakan untuk pemakaman jenazah tanpa identitas. Pihak rumah sakit berkoordinasi dengan Pemkab setempat untuk pemakaman jenazah tanpa identitas. Hasilnya saat ini terdapat kebijakan bahwa jenazah tanpa identitas akan ditemukan di desa lokasi temuan.

"Meski begitu sejak 2015 kami masih menerima pemakaman 12 jenazah tanpa identitas," tuturnya.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Perawatan makam ini dilakukan oleh Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSUD dr Iskak. Koordinator IKF dr Iskak, Bogi Andri Gistanto meneragkan upaya perawatan makam ini dilakukan atas kesadaran sendiri. Mereka menganggap para jenazah bagian dari keluarga. Secara berkala mereka membersihkan nisan dan mencabut rumput yang tumbuh di atas makam.

"Sewaktu masih hidup, mereka bukan keluarga, tapi ketika sudah meninggal seperti ini, kami anggap sebagai keluarga. Kami rutin membersihkan makam ini," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

BMKG sarankan warga untuk selalu membawa pelindung panas dan menjaga stamina tubuh karena suhu di Surabaya cenderung tinggi.