Selasa, 28 Jul 2026 08:58 WIB

Ada Kompleks Makam Tanpa Identitas di Tulungagung, Ha?

Petugas membersihkan kompleks makam tanpa identitas di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Petugas membersihkan kompleks makam tanpa identitas di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

Tulungagung - Sebuah kompleks pemakaman tanpa identitas terdapat di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Di tanah seluas 140 meter persegi ini, ratusan jenazah Mr X dan Mrs X dimakamkan.

Pemakaman ini dikelola oleh RSUD dr Iskak dan hingga kini masih dirawat. Secara berkala petugas juga mengirim doa untuk arwah tanpa nama yang dimakamkan di lokasi tersebut.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kanjengan, Mantan Bupati Tulungagug Maryoto Diperiksa Kejaksaan

Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr Iskak Tulungagung, Zuhrotul Aini mengatakan pemakaman ini digunakan sejak tahun 2009 hingga 2015. Jenazah tanpa identitas yang ditemukan petugas dimakamkan di kompleks tersebut.

Saat ini total terdapat 144 jenazah tanpa nama yang sudah dimakamkan. Jumlah tersebut terdiri dari 113 jenazah orang dewasa dan 31 bayi.

"Keberadaan makam ini berawal dari temuan jenazah tanpa identitas, sering kali hal tersebut menjadi kendala dalam proses pemakaman, akhirnya kita menyediakan lahan khusus untuk jenazah tersebut," ujarnya, Senin (18/7/2022).

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Tulungagung Sudah Capai 45 Persen, Bulan Depan Rampung

Sejak tahun 2015 makam ini penuh dan tidak digunakan untuk pemakaman jenazah tanpa identitas. Pihak rumah sakit berkoordinasi dengan Pemkab setempat untuk pemakaman jenazah tanpa identitas. Hasilnya saat ini terdapat kebijakan bahwa jenazah tanpa identitas akan ditemukan di desa lokasi temuan.

"Meski begitu sejak 2015 kami masih menerima pemakaman 12 jenazah tanpa identitas," tuturnya.

Baca Juga: 88 Persen SD di Tulungagung Gagal Penuhi Pagu Saat SPMB

Perawatan makam ini dilakukan oleh Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSUD dr Iskak. Koordinator IKF dr Iskak, Bogi Andri Gistanto meneragkan upaya perawatan makam ini dilakukan atas kesadaran sendiri. Mereka menganggap para jenazah bagian dari keluarga. Secara berkala mereka membersihkan nisan dan mencabut rumput yang tumbuh di atas makam.

"Sewaktu masih hidup, mereka bukan keluarga, tapi ketika sudah meninggal seperti ini, kami anggap sebagai keluarga. Kami rutin membersihkan makam ini," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.