Rabu, 22 Jul 2026 13:46 WIB

Kesehatan Jamaah Haji Dipantau Selama 21 Hari Setelah Pulang

Jamaah haji melempar kerikil sebagai bagian dari ritual rajam simbolis setan di Jembatan Jamarat selama ziarah haji dekat Mekah, Arab Saudi, 11 Juli 2022.(Foto: Republika)
Jamaah haji melempar kerikil sebagai bagian dari ritual rajam simbolis setan di Jembatan Jamarat selama ziarah haji dekat Mekah, Arab Saudi, 11 Juli 2022.(Foto: Republika)

jatimnow.com - Kesehatan jamaah haji akan dipantau selama 21 hari oleh Dinas Kesehatan masing-masing wilayah setelah kepulangan. Pemantauan dimaksudkan sebagai deteksi dini terhadap penyakit menular. Di antaranya Covid-19, meningitis meningokokus, MERS-CoV, yellow fever, cacar monyet, polio, dan difteri. Jamaah haji akan dibekali dengan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah haji (K3JH).

"Apabila selama pemantauan ada gangguan kesehatan, diharapkan segera melapor ke faskes setempat," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana, Rabu (13/7/2022).

Baca Juga: Armuji Ditunjuk Jadi Wali Kota Surabaya Sementara

Selama 21 hari masa pemantauan, apabila terdapat demam atau gejala sakit lainnya maka jamaah yang sakit segera ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat dengan membawa K3JH. Apabila dalam kurun waktu 21 hari gejala penyakit tidak muncul, maka jamaah tetap diminta menyerahkan K3JH kepada puskesmas terdekat.

Budi juga mengingatkan jamaah haji agar tetap Menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS). Seperti istirahat yang cukup, konsumsi makanan yang bergizi, dan jaga kebersihan diri setibanya di kampung halaman selama proses pemantauan kesehatan.

"Hal ini untuk memastikan jamaah tetap sehat sekembalinya ke tanah air," ujarnya.

Baca Juga: Menabung 14 Tahun, Komentator Sepak Bola Tarkam Asal Jember Berangkat Haji

Budi memastikan, setibanya jamaah haji di Bandara Internasional (debarkasi) maka akan langsung dilakukan skrining kesehatan berupa pengecekan suhu melalui thermal scanner dan thermal gun, tanda, dan gejala serta melakukan observasi terhadap jamaah di asrama haji debarkasi. Apabila didapati jamaah dengan gejala demam atau menunjukkan potensi penyakit menular, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan tes antigen.

"Apabila hasil reagen menunjukkan reaktif, maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

Selain skrining kesehatan, Kementerian Kesehatan juga telah menyiapkan posko kesehatan di bandara untuk pelayanan rawat jalan, kedaruratan, dan rujukan. Selain itu, juga menyediakan mobil ambulans dan tenaga medis sebagai antisipasi terhadap penyakit menular. Kemenkes juga menyiapkan sistem surveilans kesehatan terhadap jamaah haji Indonesia yang tiba di tanah air besama dengan dinas kesehatan kabupaten dan kota.

Baca Juga: Mas Dhito Beri Kursi Roda untuk Mbah Marsiyah, Jamaah Haji Tertua Usia 104 Tahun

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.