Minggu, 07 Jun 2026 11:29 WIB

Kesehatan Jamaah Haji Dipantau Selama 21 Hari Setelah Pulang

Jamaah haji melempar kerikil sebagai bagian dari ritual rajam simbolis setan di Jembatan Jamarat selama ziarah haji dekat Mekah, Arab Saudi, 11 Juli 2022.(Foto: Republika)
Jamaah haji melempar kerikil sebagai bagian dari ritual rajam simbolis setan di Jembatan Jamarat selama ziarah haji dekat Mekah, Arab Saudi, 11 Juli 2022.(Foto: Republika)

jatimnow.com - Kesehatan jamaah haji akan dipantau selama 21 hari oleh Dinas Kesehatan masing-masing wilayah setelah kepulangan. Pemantauan dimaksudkan sebagai deteksi dini terhadap penyakit menular. Di antaranya Covid-19, meningitis meningokokus, MERS-CoV, yellow fever, cacar monyet, polio, dan difteri. Jamaah haji akan dibekali dengan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah haji (K3JH).

"Apabila selama pemantauan ada gangguan kesehatan, diharapkan segera melapor ke faskes setempat," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana, Rabu (13/7/2022).

Baca Juga: Armuji Ditunjuk Jadi Wali Kota Surabaya Sementara

Selama 21 hari masa pemantauan, apabila terdapat demam atau gejala sakit lainnya maka jamaah yang sakit segera ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat dengan membawa K3JH. Apabila dalam kurun waktu 21 hari gejala penyakit tidak muncul, maka jamaah tetap diminta menyerahkan K3JH kepada puskesmas terdekat.

Budi juga mengingatkan jamaah haji agar tetap Menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS). Seperti istirahat yang cukup, konsumsi makanan yang bergizi, dan jaga kebersihan diri setibanya di kampung halaman selama proses pemantauan kesehatan.

"Hal ini untuk memastikan jamaah tetap sehat sekembalinya ke tanah air," ujarnya.

Baca Juga: Menabung 14 Tahun, Komentator Sepak Bola Tarkam Asal Jember Berangkat Haji

Budi memastikan, setibanya jamaah haji di Bandara Internasional (debarkasi) maka akan langsung dilakukan skrining kesehatan berupa pengecekan suhu melalui thermal scanner dan thermal gun, tanda, dan gejala serta melakukan observasi terhadap jamaah di asrama haji debarkasi. Apabila didapati jamaah dengan gejala demam atau menunjukkan potensi penyakit menular, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan tes antigen.

"Apabila hasil reagen menunjukkan reaktif, maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

Selain skrining kesehatan, Kementerian Kesehatan juga telah menyiapkan posko kesehatan di bandara untuk pelayanan rawat jalan, kedaruratan, dan rujukan. Selain itu, juga menyediakan mobil ambulans dan tenaga medis sebagai antisipasi terhadap penyakit menular. Kemenkes juga menyiapkan sistem surveilans kesehatan terhadap jamaah haji Indonesia yang tiba di tanah air besama dengan dinas kesehatan kabupaten dan kota.

Baca Juga: Mas Dhito Beri Kursi Roda untuk Mbah Marsiyah, Jamaah Haji Tertua Usia 104 Tahun

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.