Selasa, 23 Jun 2026 01:16 WIB

Akal Bulus Sindikat Polisi Gadungan: Tuduh Korban Pakai Narkoba, Lalu Memeras

7 orang sindikat polisi gadungan diamankan di Mapolrestabes Surabaya (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)
7 orang sindikat polisi gadungan diamankan di Mapolrestabes Surabaya (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)

Surabaya - 7 orang sindikat pemerasan dan perampasan yang meresahkan warga Surabaya, diringkus. Dalam aksinya, mereka kerap mengaku sebagai polisi dan anggota BNN, menuduh korban menggunakan narkoba.

Mereka diringkus Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya. Sindikat ini diburu setelah dua korban pemerasan berinisial SN dan RD melapor. Kedua korban meminta uang Rp 20 dan 25 juta atas tuduhan menyalahgunakan narkoba dari para pelaku.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

7 pelaku itu adalah AY (44) warga Jalan Desa Kemantren, Tulangan, Sidoarjo. Kemudian MHN (37), warga Sidoarjo; HL (32), warga Perumahan Pasar Wisata, Sidoarjo dan SP (45), warga Jalan Kedung Klinter, Surabaya.

Sedangkan tiga lainnya yaitu DS (39), warga Jalan Wonorejo, Surabaya; SBS (52), warga Wonoayu, Sidoarjo dan MA (39) asal Dusun Lempung, Sidoarjo.

Dalam aksinya, mereka berhasil mengambil uang milik kedua korban sebanyak Rp1,9 juta, serta motor salah korban yang berhasil dijual seharga Rp14 juta.

"Mereka kami amankan di lokasi berbeda. Mereka mengaku polisi dan anggota BNN untuk menakuti korban. Bahkan sempat melakukan pemukulan terhadap korban," terang Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo, Rabu (6/7/2022).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Akhir Pekan Ini: Cerah

Hartoyo menjelaskan, para pelaku itu memeras dua pemuda yang saat itu sedang ngopi dan bermain handphone di sebuah warung kopi Jalan Kendalsari, Surabaya. Mereka langsung memegang leher kedua korban, lalu dimasukkan ke dalam mobil.

Selanjutnya, kedua korban diintimidasi dan dituduh menggunakan narkoba. Korban yang ketakutan diminta uang Rp20 juta dan Rp25 juta. Karena kedua korban mengaku tidak punya uang, akhirnya dipukuli di dalam mobil.

"Tersangka RK juga mengaku sebagai Kanit Jatanras. Tak hanya mengintimidasi saja, mereka ada yang menampar hingga memukul korban supaya ketakutan," beber Hartoyo.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Kemudian motor korban SN dirampas oleh AY dan diserahkan ke HL untuk dijual ke MA. Selanjutnya tersangka lain mengambil uang SN senilai Rp950 ribu dan mengambil uang di ATM RD sebanyak Rp1 juta.

"Kemudian mereka membagi hasil kejahatannya di warkop Desa Lebo, Sidoarjo. Sementara korban ditelantarkan di jalan," tambah Hartoyo.

Di hadapan polisi, para tersangka mengaku bekerja freelance. Ada pula yang membuka servis hingga serabutan.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.