Ini Kandungan dalam Air Saluran Irigasi Jabon, Jombang yang Diduga Tercemar
- Penulis : Elok Aprianto
- | Rabu, 15 Jun 2022 17:37 WIB
Jombang - Hasil uji laboratorium 5 sampel air pada saluran irigasi di Dusun Jabon, Desa Plosogeneng, Kecamatan/Kabupaten Jombang yang diduga tercemar limbah pabrik di wilayah setempat, sudah keluar.
Hasil laboratorium itu keluar pada 13 Juni 2022. Hasilnya, melebihi baku mutu air.
Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir
"Sudah terbit hasil analisis laboratorium air di irigasi pertanian Dusun Jabon, dengan beberapa parameter ada yang melebihi baku mutu, di antaranya terdapat kandungan phosphat, TSS dan amoniak," ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang, Miftahul Ulum saat dikonfirmasi, Rabu (14/6/2022).
Meski hasil laboratorium sudah keluar, Ulum mengaku bahwa DLH saat ini masih melakukan uji kandungan air pada titik yang diduga menjadi lokasi pembuangan limbah.
"Kita sampling lokasi yang diduga menjadi tempat pembuangan limbah," tegas dia.
Menurut Ulum, ada empat titik lokasi yang ada di sungai, yang diduga menjadi tempat pembuangan limbah.
Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang
"Mulai dari hulu, outfall air limbah, titik pelepasan dan downstream," ungkap Ulum.
Selanjutnya, sampel air di empat titik lokasi tersebut dilakukan uji laboratorium. Hal ini untuk memastikan kebenaran, apakah air limbah pabrik pengolahan daging tersebut yang melakukan pencemaran lingkungan.
"Sekarang kita masih menunggu hasil lab di empat titik sampling lanjutan. Paling cepat itu nanti 14 hari kerja sudah keluar hasilnya," bebernya.
Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok
Dia menegaskan, bila hasilnya keluar, maka akan diketahui pabrik mana yang melakukan pencemaran air saluran pertanian warga.
"Apakah nanti pasti itu buangan dari sana? Kita tunggu hasil laboratoriumnya," pungkasnya.
Warga Dusun Jabon, Desa Plosogeneng sebelumnya mengeluhkan bau busuk dari saluran pertanian yang ada di depan rumahnya. Warga mengaku air tersebut tercemar limbah pengolahan daging sosis yang ada di desa tersebut.
Editor : Narendra Bakrie