Minggu, 14 Jun 2026 06:54 WIB

Bansos Migor Disunat, Warga Tuntut Oknum Perangkat Desa Gumulan Jombang Dicopot

Warga Desa Gumulan kecamatan Kesamben saat melakukan unjuk rasa di kantor desa. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Warga Desa Gumulan kecamatan Kesamben saat melakukan unjuk rasa di kantor desa. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Tak terima bantuan sosial minyak goreng (Bansos Migor) dari pemerintah disunat, puluhan warga Desa Gumulan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, unjuk rasa, di kantor desa setempat, pada Kamis (9/6/2022) siang. 

Warga menuntut agar dua orang perangkat desa yang melakukan dugaan pemotongan Bansos minyak goreng itu dicopot dari jabatannya.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Sedikitnya ada 15 warga yang melakukan aksi unjuk rasa di kantor Desa Gumulan pada pukul 11.30 WIB. Warga membawa poster berisi tuntutan.

Menurut keterangan Ahmad Syahril (38) kordinator unjuk rasa, peristiwa unjuk rasa ini merupakan aksi ke dua yang dilakukan warga. Demo, sebelumnya sudah sempat dilakukan puluhan warga lainnya beberapa hari sebelumnya.

“Ini menanyakan keputusan Pak Pj Kades juga pak Camat soal keluhan kami pada demo sebelumnya,” terangnya.

Lebih lanjut Ahmad menjelaskan, dua perangkat Desa Gumulan  melakukan pungli kepada penerima bansos minyak goreng atau yang disebutnya dengan Bansos PKL itu. Uang yang warga terima dari Koramil, dipotong dua oknum perangkat desa.

“Masing-masing Rp100 ribu yang tahap satu, dan R 25 ribu hingga Rp50 ribu yang tahap dua,” bebernya.

Dikatakan Ahmad, dalam menjalankan aksinya, dua perangkat Desa ini memerintahkan RT dan RW untuk memotong uang warga penerima bansos.

Baca Juga: Kader NasDem Jember Desak Dewan Pers Sanksi Majalah Tempo

“Alasannya katanya untuk uang listrik PJU,” ucapnya.

Lantaran geram, warga Gumulan berharap Pemdes Gumulan juga pihak Kecamatan Kesamben mau bertindak tegas kepada keduanya.

“Kami minta berdua itu dipecat atau dicopot dari jabatannya, karena sudah membuat malu dan mencoreng nama desa,” pungkasnya.

Hingga pukul 12.15 WIB, massa aksi terlihat masih bertahan di balai desa. Namun, dua perangkat yang didemo itu tak juga memperlihatkan batang hidungnya. 

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Namun, akhirnya warga ditemui Harun, Sekdes Gumulan. Dan saat dikonfirmasi, ia memilih bungkam dan tak memberikan keterangan.

“Kami hanya fasilitasi (untuk kebenaran pungli) kita tidak bisa jawab, takut salah nanti,”  singkatnya. 

Usai ditemui Sekdes, akhirnya puluhan warga yang unjuk rasa membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.