Minggu, 14 Jun 2026 05:41 WIB

Belasan Sapi Terkonfirmasi Positif PMK, Pemkab Bangkalan Belum Tutup Pasar Hewan

Petugas melakukan pengobatan pada sapi di kandang karantina, Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan beberapa hari lalu (Foto: Facebook Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan)
Petugas melakukan pengobatan pada sapi di kandang karantina, Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan beberapa hari lalu (Foto: Facebook Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan)

Bangkalan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan belum memutuskan untuk menutup sementara pasar hewan di wilayahnya. Meskipun sudah ditemukan belasan sapi terkonfirmasi positif penyakit mulut dan kuku (PMK).

Berdasarkan data di Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan per 1 Juni 2022, tercatat ada 17 sapi yang terkonfirmasi positif PMK. Sedangkan untuk sapi yang suspect PMK sebanyak 310 ekor.

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

Suspect PMK dilaporkan telah menyebar di 14 kecamatan. Meliputi Kecamatan Tanjung Bumi, Sepulu, Konang, Modung, Klampis, Tanah Merah, Galis, Kokop, Arosbaya, Socah, Kamal, Geger, Kwanyar, dan Kecamatan Blega. Sedangkan 4 kecamatan yang belum ada laporan suspect PMK yakni Labang, Burneh, Tragah dan Bangkalan Kota.

"Sampai saat ini kami memang belum merekomenasi itu (tutup pasar hewan sementara)," terang Kabid Keswan Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan/Jubir Satgas Petasan SIAGA PMK drh Ali Makki, Rabu (1/6/2022).

Untuk bersih dari penyebaran PMK, sambung Ali Makki, dibutuhkan partisipasi dari masyarakat. Artinya sebaran PMK tidak lepas dari lalu lintas ternak.

Baca Juga: Kiper Unggul FC Malang Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Bangkalan

"Ini serba susah karena urusan nasi (pekerjaan). Bagaimana misalnya kami tutup pasar terus, mereka kerjanya apa," terang Ali Makki.

Pihaknya sampai saat ini memang belum merekomendasi tutup pasar hewan sementara karena melihat di kabupaten lain efektifnya dinilai kurang signifikan. Ada beberapa kabupaten tutup pasar tapi kasusnya tetap tinggi.

Di Madura, jika 4 kabupaten (Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep) dengan 4 bupati menutup pasar hewan secara bersama mungkin bisa. Tapi kalau parsial susah.

Baca Juga: Khofifah Puji Inovasi Farmasi Robotik RSUD Syamrabu Bangkalan

"Bangkalan tutup misalnya, eksodus ke kabupaten lain begitu 14 hari buka balik lagi. Terus muter saja. Terus bagaimana kami mengimbau padagang jangan jualan dulu, kan repot juga. Suruh lowkdown kandang saja kadang-kadang begitu kami pantau kembali, sapinya sudah habis. Bagi kami ketemu kasus ya kami obati, karena secara keilmuan bisa diobati," ujarnya.

Untuk bisa menghentikan penyebaran PMK, diperlukan dukungan dari semua pihak. Jika lockdown kandang jalan tentunya penyebaran PMK bisa diminimalisasi.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.