Rabu, 24 Jun 2026 17:34 WIB

ITS Raih Peringkat ke Empat Nasional di SBMPTN 2018

jatimnow.com - Pengumuman Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 secara resmi dapat diakses secara online di laman resmi sbmptn.ac.id pada Selasa (3/7/2018) pukul 15:00 WIB.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, sebagai salah satu perguruan tinggi paling diminati secara nasional menempati peringkat ke empat dengan rata-rata nilai sebesar 623.79.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Dr Eng Siti Machmudah ST MEng, Kasubdit Penerimaan Mahasiswa dan Pengelolahan Kuliah Bersama ITS mengatakan, dengan capaian ini ITS juga menjadi perguruan tinggi paling diminati di Jawa Timur.

Nilai ITS tersebut tepat di bawah Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan capaian rataan nilai sebesar 632.79 dan di atas Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya yang menempati posisi kelima dengan rataan nilai 610,89.

“Sedangkan posisi pertama ada Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan rataan nilai 659.26 dan di posisi kedua terdapat Universitas Indonesia (UI) dengan rataan nilai sebesar 638.29,” jelas Machmudah, Rabu (4/7/2018)

ITS berhasil menempati peringkat keempat SBMPTN 2018 dengan menerima peminat sebesar 34.446 dengan jumlah kuota yang disediakan hanya 1.490 saja.

"Pada hasil SBMPTN 2018 ini kami memutuskan untuk menerima total 1.643 calon mahasiswa baru (camaba). Dan sengaja dilebihkan sejumlah 10.27 persen untuk mengantisipasi apabila ada peserta yang tidak daftar ulang. Pasalnya berdasarkan pengalaman tahun lalu, terdapat sejumlah peserta yang tidak melakukan registrasi ulang," paparnya.

Baca Juga: BEM ITS Gelar Mimbar Bebas, Soroti Sejumlah Kebijakan Pemerintah

Sedangkan untuk kuota Bidikmisi yang disediakan ITS untuk SBMPTN 2018 adalah 471, dengan peminat 4.356 orang. Namun, yang berhasil diterima hanya 154 orang saja.

Berikut program studi (prodi) di ITS yang menempati pencapaiaan rataan nilai tertinggi:

Posisi pertama Prodi Informatika 645.98, posisi kedua Teknik Industri 642.24, ketiga Teknik Mesin 639.41, ke empat Arsitektur 638.69 dan ke lima Prodi Teknik Kimia dengan perolehan rataan nilai 681.51.

Machmudah menambahkan, Sains Aktuaria sebagai prodi baru di ITS ternyata mendapat sambutan yang baik dari para camaba. Jurusan ini menempati posisi kedua prodi yang paling diminati di ITS setelah prodi Teknologi Informasi di posisi pertama dan diposisi ketiga ada prodi Desain Komunikasi Visual.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Akhir Pekan Ini: Cerah

"Prodi Sains Aktuaria berada di posisi kedua dengan keketan 2.5 persen yang berarti hanya 28 orang yang diterima dari sekitar 112 ribu pendaftar," paparnya.

Ia menghimbau, para camaba yang dinyatakan lolos SBMPTN 2018 di ITS, nantinya akan melakukan pendaftaran ulang pada tanggal 9 hingga 11 Juli 2018 bertempat di Gedung Graha Sepuluh Nopember ITS Surabaya.

Reporter: Fahrizal Tito
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.