Rabu, 22 Jul 2026 14:26 WIB

Reog Diklaim Malaysia, Begini Curhatan Seniman Ponorogo

Ratusan seniman Reog Ponorogo tumplek blek di Jalan Alun-alun Utara depan Patung Singa.(Foto: Mita Kusuma)
Ratusan seniman Reog Ponorogo tumplek blek di Jalan Alun-alun Utara depan Patung Singa.(Foto: Mita Kusuma)

Ponorogo - Ratusan seniman Reog Ponorogo tumplek blek di Jalan Alun-alun Utara depan Patung Singa sejak Kamis (7/4/2022) malam hingga Jumat (8/4/2022). Mereka berkumpul untuk melakukan aksi protes atas pernyataan bahwa Malaysia mau mencatatkan Reog sebagai kebudayaan negaranya ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco).

Pantauan di lokasi, para seniman membawa seluruh perangkat Reog. Termasuk gamelan untuk mengiringi tarian Reog. Tarian-tarian Reog ditampilkan. Mulai dari penari jathil, ganongan hingga puluhan dadak merak dimainkan malam itu. Mereka juga membawa banner. Di antaranya bertuliskan 'Reog Ponorogo Asli Budaya Indonesia Bukan Malaysia', 'Mas Menteri Nadiem Makariem Jangan Kau Jual Ke Malaysia' dan 'Reogku Budayaku Milik Indonesia Jangan Dijual'.

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

Pada kesempatan ini, koordinator aksi Hadi Purnomo meminta Presiden Jokowi mengambil langkah cepat terkait eksistensi reog di mata dunia Internasional. Sesepuh reog yang biasa disapa Mbah Pur tersebut meminta Presiden Jokowi untuk mengutus Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mendaftarkan Reog sebagai warisan budaya tak benda ke Unesco. Dia tidak ingin negara lain, terutama Malaysia, mengklaim reog milik mereka.

"Kepada Pak Nadiem Makarim yang bertanggung jawab, untuk segera mendaftarkan Reog Ponorogo sebagai warisan budaya tak benda ke Unesco. Jangan sampai keduluan oleh Malaysia," ujarnya.

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

Mbah Pur menegaskan, pendaftaran Reog sebagai warisan budaya tak benda ke Unesco bersifat urgensi. Dia meminta Pemerintah Pusat untuk mendahulukan Reog untuk didaftarkan ke organisasi milik PBB itu. Sebab jika pendaftaran sampai keduluan Malaysia, masyarakat Ponorogo bahkan masyarakat Indonesia akan menyesal.

"Untuk itu, ini waktu yang tepat untuk mendaftarkan Reog ke Unesco," pungkasnya.

Baca Juga: Vulcan Flow Ponorogo, Tawarkan Konsep Industrial Raw dan Ragam Menu Murah

Baca Juga: Reog Ponorogo Kembali Diakui Malaysia, Ini Usaha Kang Giri

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.