Rabu, 22 Jul 2026 13:45 WIB

Dirjen Perhubungan Darat Cek Progres Perbaikan Jembatan Ngaglik

Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiadi saat meninjau perbaikan Jembatan Ngaglik Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansyah/jatimnow.com)
Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiadi saat meninjau perbaikan Jembatan Ngaglik Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansyah/jatimnow.com)

Lamongan - Direktorat Jendral (Dirjen) Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Budi Setiadi memantau progres pengerjaan Jembatan Ngaglik Lamongan, Sabtu (2/4/2022) siang.

Dia memastikan perbaikan jembatan berjalan sesuai jadwal. Yakni sebelum arus mudik Lebaran jembatan tersebut sudah bisa dipergunakan kembali minimal H-10.

Baca Juga: Sidang Gugatan SID KSS Bongkar Lemahnya Koordinasi Internal Kemenhub

Dalam paparannya, Budi Setiadi menyebut Jembatan Ngaglik merupakan ruas vital yang akan banyak dilalui para pemudik dengan rincian mobilitas masyarakat yang melintas disebut paling besar.

"Potensi pergerakan mudik paling banyak tahun ini diprediksi terjadi di Jawa Timur, jembatan ini (Ngaglik) dari Tuban menuju Gresik akan banyak dilalui pemudik," paparnya saat meninjau perbaikan jembatan.

Menurut pantauan di lokasi, girder atau kontruksi dasar jembatan telah didatangkan sebanyak 5 batang. Dari informasi yang dihimpun pada Senin (4/4/2022) mendatang proses penataan girder ke badan jembatan akan dilakukan.

Baca Juga: Tarif Tertahan Sejak 2019, Operator Kapal Penyeberangan Kian Terjepit

Meski demikian, kata Budi Setiadi, ada sejumlah persoalan yang muncul. Badan girder yang baru akan lebih tinggi dari sisi jembatan yang lain. Hal itu bisa menjadi potensi kecelakaan karena perbedaan level atau ukuran jembatan yang baru dan lama tersebut.

"Level jembatan lama dan jembatan baru ini agak berbeda sekitar 30 Cm, itu nanti akan di perbaiki juga tapi menunggu setelah Lebaran. Untuk meminimalisir kecelakaan. Nanti akan disimulasikan dan dicari solusi oleh Polres dan Dishub setempat," ujar dia.

Selain itu, ada perbedaan perilaku kendaraan di sini, bangunan yang baru ini, imbuh Budi, akan dilalui kendaraan jenis pribadi, dan yang lama lebih ke sepeda motor dan sebagainya.

Baca Juga: Biaya Operasional Pelayaran Melonjak, Pengusaha Desak Insentif Kemenhub

"30 Cm ini tentu akan berdampak apalagi mobil yang pendek seperti jenis sedan jadi kalau malam juga bahaya, rencananya juga menambah lampu penerangan di lokasi jembatan," urainya.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut antara lain Wadirlantas Polda Jatim AKBP Didit Bambang Wibowo, Kasat Lantas Polres Lamongan AKP Aristianto Budi Sutrisno, Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah 11 Jatim Kemenhub Tonny Agus Setiono, Kepala Dishub Lamongan Heruwidi, serta Direktur Prasarana Transportasi Jalan Popik Montanasyah.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.