Kamis, 11 Jun 2026 17:30 WIB

Turunkan Kasus Stunting, BKKBN Jatim Merekrut Satgas

Proses perekrutan Satgas Stunting (Foto: Humas BKKBN Provinsi Jawa Timur)
Proses perekrutan Satgas Stunting (Foto: Humas BKKBN Provinsi Jawa Timur)

Surabaya - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur merekrut Satuan Tugas Percepatan Penurunan Stunting (Satgas Stunting) di tingkat pusat hingga kabupaten/kota. Strategi tersebut merupakan langkah untuk percepatan penurunan kasus stunting di Indonesia.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, M.M mengatakan perekrutan Satgas Stunting sudah dilakukan berjenjang, sejak pekan lalu dan sudah tahapan wawancara.

Baca Juga: Cargill Perkuat Gizi dan Ekonomi Warga di Jawa Timur

"Pada rangka percepatan penurunan stunting maka berbagai cara kita lakukan termasuk bagaimana kita merekrut tenaga-tenaga ahli sebagai pemikir baik di level pusat, provinsi maupun kabupataen/kota untuk memberikan masukan bagi kami bagaimana pola perencanaan penurunan stunting," kata Maria Ernawati, melalui siaran tertulisnya. Kamis (31/3/2022).

Dijelaskannya, tugas dari Satgas tersebut akan melakukan pendekatan-pendekatan seperti pendekatan intervensi gizi, pendekatan multisektor dan multipihak, serta pendekatan berbasis keluarga berisiko stunting sesuai Perpres No 72 Tahun 2021.

Baca Juga: 80 Persen Anak Indonesia Masih Defisit Protein Hewani

Maria menyampaikan total Satgas di Jawa Timur yang akan direkrut itu berjumlah 68 orang yang akan terbagi di tingkat provinsi, tenaga admin serta satgas di kabupaten/kota.

"Kami juga ada Satgas tim pendampingan keluarga berisiko stunting, yakni calon pengantin, calon pasangan usia subur (PUS), ibu hamil dan menyusui sampai dengan paska salin, dan anak 0-59 bulan,” jelasnya.

Baca Juga: Gerakan Mom Uung Sentuh Ibu Menyusui di Pulau Kangean

Maria menegaskan meski ujung tombak dari percepatan penurunan kasus stunting itu ada pada tim pendampingan keluarga. Namun tak kalah pentingnya, jika kolaborasi di tingkat lapangan yang terdiri dari bidan, kader tim penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga serta kader keluarga berencana juga bisa lebih mempercepat melaksanakan pendampingan keluarga berisiko stunting.

"Tahun 2021 angka stunting kita masih 23,5 persen, targetnya tahun 2024 angka stunting kita tinggal 13,4 persen," harap Maria.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.