Senin, 27 Jul 2026 03:01 WIB

Turunkan Kasus Stunting, BKKBN Jatim Merekrut Satgas

Proses perekrutan Satgas Stunting (Foto: Humas BKKBN Provinsi Jawa Timur)
Proses perekrutan Satgas Stunting (Foto: Humas BKKBN Provinsi Jawa Timur)

Surabaya - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur merekrut Satuan Tugas Percepatan Penurunan Stunting (Satgas Stunting) di tingkat pusat hingga kabupaten/kota. Strategi tersebut merupakan langkah untuk percepatan penurunan kasus stunting di Indonesia.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, M.M mengatakan perekrutan Satgas Stunting sudah dilakukan berjenjang, sejak pekan lalu dan sudah tahapan wawancara.

Baca Juga: Jangan Terlambat, Pakar Ungkap Tanda Awal Stunting yang Sering Diabaikan

"Pada rangka percepatan penurunan stunting maka berbagai cara kita lakukan termasuk bagaimana kita merekrut tenaga-tenaga ahli sebagai pemikir baik di level pusat, provinsi maupun kabupataen/kota untuk memberikan masukan bagi kami bagaimana pola perencanaan penurunan stunting," kata Maria Ernawati, melalui siaran tertulisnya. Kamis (31/3/2022).

Dijelaskannya, tugas dari Satgas tersebut akan melakukan pendekatan-pendekatan seperti pendekatan intervensi gizi, pendekatan multisektor dan multipihak, serta pendekatan berbasis keluarga berisiko stunting sesuai Perpres No 72 Tahun 2021.

Baca Juga: AceKid Masuk Indonesia, Usung Susu Formula dari Susu Segar

Maria menyampaikan total Satgas di Jawa Timur yang akan direkrut itu berjumlah 68 orang yang akan terbagi di tingkat provinsi, tenaga admin serta satgas di kabupaten/kota.

"Kami juga ada Satgas tim pendampingan keluarga berisiko stunting, yakni calon pengantin, calon pasangan usia subur (PUS), ibu hamil dan menyusui sampai dengan paska salin, dan anak 0-59 bulan,” jelasnya.

Baca Juga: Cargill Perkuat Gizi dan Ekonomi Warga di Jawa Timur

Maria menegaskan meski ujung tombak dari percepatan penurunan kasus stunting itu ada pada tim pendampingan keluarga. Namun tak kalah pentingnya, jika kolaborasi di tingkat lapangan yang terdiri dari bidan, kader tim penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga serta kader keluarga berencana juga bisa lebih mempercepat melaksanakan pendampingan keluarga berisiko stunting.

"Tahun 2021 angka stunting kita masih 23,5 persen, targetnya tahun 2024 angka stunting kita tinggal 13,4 persen," harap Maria.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.