Sabtu, 13 Jun 2026 12:50 WIB

Jembatan Reyot Warga Ponorogo Hasil Swadaya, Pemda Bagaimana Nih?

Warga Ponorogo melintasi jembatan dari bambu.(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Warga Ponorogo melintasi jembatan dari bambu.(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Jembatan reyot penghubung Desa Sendang dan Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo adalah hasil swadaya warga. Jika tidak ada jembatan, warga harus memutar selama 3 jam untuk menuju kedua desa.

Jembatan yang diberi nama Dung Mojo ini telah dicanangkan warga sejak tahun 2021. Pembiayaannya didapat dari donasi para donatur, baik dari warga kedua desa maupun dari luar kota.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Donasi jembatan itu telah terkumpul Rp120 juta. Uang itu telah digunakan untuk membuat landasan cor jembatan sebanyak 7 tiang. Kini, pembangunan jembatan terhenti karena kehabisan dana.

Rencananya, jembatan ini bakal dibangun dengan panjang 40 meter, lebar 1,5 meter, dan tinggi 4 meter

Pantauan di lokasi, kondisi jembatan hanya ditumpangi bambu untuk akses warga ke sawah maupun ke pasar. Warga yang melintas dengan berjalan kaki pun harus ekstra hati-hati. Jika salah langkah, penggunanya bisa terjun ke sungai.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Baca Juga: Menantang Maut, Warga 2 Desa di Ponorogo Lewati Jembatan Bambu Reyot

"Warga secara sukarela bergotong royong membangun landasan cor jembatan tanpa dibayar," ujar ketua panitia pembangunan, Nur Wanto, Rabu (23/3/2022).

Dia mengaku, jembatan ini sangat penting karena satu-satunya penghubung antara Desa Sendang dan Gedangan. Tapi sekarang belum layak dilintasi karena belum jadi.

Baca Juga: Pemkab Jember Mulai Petakan Kerusakan Infrastruktur Karena Banjir Bandang

Kepala Desa Gedangan, Paijo menjelaskan bahwa warga sepakat membangun jembatan ini untuk akses yang cepat menuju kedua desa. Ia juga menyadari bahaya yang mengintai warga saat nekat melintasi jembatan yang belum jadi ini. Sebab, jembatan itu hanya ditumpangi bambu.

"Harapannya ada perhatian khusus dari Pemkab maupun Pemprov untuk membantu beban masyarakat seperti ini," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.