Sabtu, 06 Jun 2026 17:25 WIB

MenPAN RB Tjahjo Kumolo Ingatkan 4 Ancaman ASN dari Terorisme hingga Korupsi

Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo saat sambutan. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo saat sambutan. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

Mojokerto - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengingatkan agar aparatur sipil negara (ASN) tidak terpengaruh dari aksi radikalisme atau terorisme, Narkoba, korupsi dan cepat tanggap bencana alam.

Tjahjo Kumolo mengatakan, setiap tahun banyak ASN yang terekrut atau terafiliasi terorisme. Ancaman masalah terorisme bukan tanggung jawab TNI Polri saja namun juga ASN.

Baca Juga: Sumenep Geger, Kokain Puluhan Miliar Terdampar di Pantai Kahuripan

"Ini ancaman, ASN kita mulai banyak secara tidak langsung terekrut atau merekrutkan diri atau menjadi bagian terorisme. Saya harap ibu Wali Kota Mojokerto dan Forkopimda harus tegas kalau ada ASN yang tertangkap menjadi pelaku teror langsung berhentikan dengan tidak hormat," kata Tjahjo Kumolo saat peresmian MPP Gajah Mada Kota Mojokerto, Selasa (22/3/2022).

"Sudahlah urusan Pancasila, NKRI, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika sudah selesai. Tegak lurus, ASN harus ikut TNI-Polri, ini adalah ancaman negara kita setalah 75 tahun kemerdekaan," imbuh Tjahjo.

Menurut Tjahjo, oknum ASN yang tertangkap oleh Densus di Tangerang sudah beberapa tahun telah diidentifikasi.

"Seperti oknum ASN di Tangerang kemarin. Oknum ASN 10 tahun terdeteksi, oknum ASN yang dokter kemarin puluhan tahun baru terdeteksi," ungkapnya.

Baca Juga: Polres Gresik Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Kota, 4 Tersangka Diringkus

Ancaman ASN kedua, lanjut Tjahjo, yakni Narkoba. Ia meminta kepada pemimpin daerah, kalau ditemukan ada ASN yang menggunakan Narkoba langsung di rehabilitasi.

"Kalau ada ASN yang menggunakan Narkoba langsung non-job-kan dan rehabilitasi koordinasi dengan BNN. Kalau ASN pengguna dan pengedar terbukti hasilnya langsung berhentikan dengan tidak hormat," paparnya.

Ancaman ketiga untuk ASN korupsi. Ia meminta agar ASN hati-hati dengan perencanaan anggaran pembangunan, dana Bansos, hibah, retribusi, pajak, dana desa karena itu area rawan korupsi.

Baca Juga: Polres Ponorogo Amankan Pengedar Narkoba Asal Madiun, Sita 301 Gram Sabu

"Tolong Kajari, Pak Kapolres tindak tegas kalau ada penyimpanan penggunaan anggaran, proyek," pintanya.

"Ancaman yang keempat yakni bencana alam, hati-hati bisa setiap menit, banjir bandang, gempa bumi, tanah longsor, gunung meletus, tsunami ini perlu kegotongroyongan kecepatan seluruh aparat pemerintah termasuk TNI-Polri, tokoh masyarakat," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.