Rabu, 22 Jul 2026 15:10 WIB

MenPAN RB Tjahjo Kumolo Ingatkan 4 Ancaman ASN dari Terorisme hingga Korupsi

Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo saat sambutan. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo saat sambutan. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

Mojokerto - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengingatkan agar aparatur sipil negara (ASN) tidak terpengaruh dari aksi radikalisme atau terorisme, Narkoba, korupsi dan cepat tanggap bencana alam.

Tjahjo Kumolo mengatakan, setiap tahun banyak ASN yang terekrut atau terafiliasi terorisme. Ancaman masalah terorisme bukan tanggung jawab TNI Polri saja namun juga ASN.

Baca Juga: Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

"Ini ancaman, ASN kita mulai banyak secara tidak langsung terekrut atau merekrutkan diri atau menjadi bagian terorisme. Saya harap ibu Wali Kota Mojokerto dan Forkopimda harus tegas kalau ada ASN yang tertangkap menjadi pelaku teror langsung berhentikan dengan tidak hormat," kata Tjahjo Kumolo saat peresmian MPP Gajah Mada Kota Mojokerto, Selasa (22/3/2022).

"Sudahlah urusan Pancasila, NKRI, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika sudah selesai. Tegak lurus, ASN harus ikut TNI-Polri, ini adalah ancaman negara kita setalah 75 tahun kemerdekaan," imbuh Tjahjo.

Menurut Tjahjo, oknum ASN yang tertangkap oleh Densus di Tangerang sudah beberapa tahun telah diidentifikasi.

"Seperti oknum ASN di Tangerang kemarin. Oknum ASN 10 tahun terdeteksi, oknum ASN yang dokter kemarin puluhan tahun baru terdeteksi," ungkapnya.

Baca Juga: Sumenep Geger, Kokain Puluhan Miliar Terdampar di Pantai Kahuripan

Ancaman ASN kedua, lanjut Tjahjo, yakni Narkoba. Ia meminta kepada pemimpin daerah, kalau ditemukan ada ASN yang menggunakan Narkoba langsung di rehabilitasi.

"Kalau ada ASN yang menggunakan Narkoba langsung non-job-kan dan rehabilitasi koordinasi dengan BNN. Kalau ASN pengguna dan pengedar terbukti hasilnya langsung berhentikan dengan tidak hormat," paparnya.

Ancaman ketiga untuk ASN korupsi. Ia meminta agar ASN hati-hati dengan perencanaan anggaran pembangunan, dana Bansos, hibah, retribusi, pajak, dana desa karena itu area rawan korupsi.

Baca Juga: Polres Gresik Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Kota, 4 Tersangka Diringkus

"Tolong Kajari, Pak Kapolres tindak tegas kalau ada penyimpanan penggunaan anggaran, proyek," pintanya.

"Ancaman yang keempat yakni bencana alam, hati-hati bisa setiap menit, banjir bandang, gempa bumi, tanah longsor, gunung meletus, tsunami ini perlu kegotongroyongan kecepatan seluruh aparat pemerintah termasuk TNI-Polri, tokoh masyarakat," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.

Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Panitia Muktamar Ke-35 NU mulai menyusun blueprint persiapan dari akomodasi, lokasi sidang hingga pengamanan di Tambakberas, Jombang.