Sabtu, 06 Jun 2026 13:01 WIB

Wagub Emil Dardak Sebut Desa Ujung Tombak Turunkan Angka Kemiskinan

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat membuka Musda Asosiasi Kepala Desa (AKD) se-Jawa Timur, Rabu (16/3/2022) malam. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat membuka Musda Asosiasi Kepala Desa (AKD) se-Jawa Timur, Rabu (16/3/2022) malam. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

Batu - Desa memiliki peran vital dalam pembangunan sebuah wilayah untuk menumbuhkan perekonomian sehingga bisa memacu peningkatan ekonomi. Terlebih angka kemiskinan di desa lebih banyak dibandingkan di lingkungan perkotaan. Harus ada strategi penangganan secara terstruktur.

"Pemerintah desa menjadi ujung tombak terdepan yang bersentuhan dengan kondisi riil masyarakat. Angka kemiskinan di Jawa Timur mayoritas berada di lingkungan pedesaan. Jumlahnya dua kali lipat. Jika di perkotaan 7 persen, di pedesaan mencapai hampir 14 persen," kata Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat membuka Musda Asosiasi Kepala Desa (AKD) se-Jawa Timur, Rabu (16/3/2022) malam.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

Dengan terstruktur, Emil meyakini bisa menekan kerja kolektif lintas sektoral menyusun program yang berorientasi meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Jadi untuk menekan kemiskinan, bukan hanya tugas dari pemerintah pusat tapi harus sampai ke Pemdes.

"Itu pun tidak bisa langsung butuh penanganan secara bertahap berbasis sektor. Misal bantuan alat pertanian difokuskan pada petani yang masuk kategori pra-sejahtera," urai Emil.

Baca Juga: Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Capai 36 Kloter, Ada 23 Kursi Kosong

Apalagi AKD, khususnya para kepala desa yang ikut menekan laju angka kemiskinan. Dari data kemiskinan di Jawa Timur berada di kisaran 13,59 persen. Capaian itu cukup membanggakan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.

"Berkat kerja keras AKD melalui kepala desa, angka kemiskinan turun dalam 5 tahun terakhir. Sebelumnya di atas 14 persen hingga 15 persen. Ada pengurangan sebanyak 313 ribu penduduk miskin, dimana 214 ribu berada di lingkungan pedesaan," imbuh dia.

Baca Juga: Icha Yang, Penyanyi Asal Jember yang Gebrak Panggung Hunan TV China

Saat ini angka kemiskinan di pedesaan memang menurun selaras dengan meningkatnya produktivitas hasil pertanian, termasuk UKM dan IKM. Didorong pula banyak desa di Jawa Timur yang naik kelas menjadi desa mandiri.

"Melalui AKD ini, Pemprov Jatim berharap semakin banyak mencetak desa-desa mandiri. Terlebih pembina AKD telah merumuskan beberapa program memacu pertumbuhan ekonomi desa. Antara lain, BUMDesmart, Pertashop dan penguatan kesejahteraan desa melalui layanan akses kesehatan," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.