Rabu, 22 Jul 2026 00:54 WIB

Kisah Dosen Unesa jadi Relawan di Polandia Bantu Pengungsi Ukraina

Khofidotur Rofiah (berjilbab) saat mengumpulkan bantuan donasi untuk warga Ukraina yang mengungsi ke Polandia (Foto: Humas Unesa for jatimnow.com)
Khofidotur Rofiah (berjilbab) saat mengumpulkan bantuan donasi untuk warga Ukraina yang mengungsi ke Polandia (Foto: Humas Unesa for jatimnow.com)

jatimnow.com - Dosen Pendidikan Luar Biasa (PLB) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Khofidotur Rofiah yang tengah menempuh program doktor pada Department Pedagogical University of Cracow, Polandia, di sela waktu kuliahnya, ikut mengabdikan diri sebagai relawan.

Perempuan yang akrab disapa Fia itu membantu dalam penanganan warga Ukraina yang mengungsi ke Polandia akibat konflik dengan Rusia.

Baca Juga: Prodi Ilmu Politik UNESA Libatkan DPRD, KPU, hingga Media untuk Perkuat Kurikulum

Fia menuturkan, semenjak gelombang pengungsi berdatangan ke Polandia, secara cepat melalui media sosial warga di sana mengumpulkan semua kebutuhan pokok. Mulai dari makanan, pakaian, baju, selimut, perlengkapan mandi, mainan anak-anak, obat-obatan dan lain sebagainya secara cepat disalurkan kepada pengungsi.

“Alhamdulilah saya dapat kesempatan untuk membantu mengumpulkan, menyeleksi, mengemas dan menyalurkan berbagai kebutuhan pokok kepada para pengungsi,” ujar Fia, melalui keterangan tertulisnya, Senin (7/3/2022).

Meskipun cukup menguras tenaga, waktu dan butuh mobilitas tinggi serta was-was yang selalu menghantui. Namun, bagi Fia itu tidak menjadi hambatan yang berarti, karena urusan kemanusiaan adalah yang terpenting.

Jadi relawan juga bukan yang pertama baginya, selama di Indonesia, sejak jadi mahasiswa hingga menjadi dosen, dia aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemanusiaan pada Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD) Unesa.

Dia menambahkan, perang dua negara tersebut sangat mengkhawatirkan dan mengancam keselamatan penduduk. Tidak hanya di negara yang berperang, tetapi juga negara di sekitarnya.

Baca Juga: Unesa Jaring Bibit Atlet Futsal di Surabaya, Usung Tema Fight For Pride

“Warga di sini (Polandia) saja khawatir dan takut, apalagi warga Ukraina dan Rusia, tentu secara psikologis sangat terguncang," ungkapnya.

Warga Ukraina yang mengungsi, lanjutnya, terbagi dalam beberapa kategori. Ada yang memiliki tujuan untuk menyelamatkan diri ke keluarga, kerabat atau temannya di Polandia dan banyak juga yang tidak memiliki keluarga atau teman.

"Jadi di pusat atau posko penerimaan, pemerintah siapkan pusat informasi, nanti mereka yang ada keluarganya diarahkan ke daerah tujuan, bahkan disiapkan akomodasi,” terangnya.

Baca Juga: Relawan di Tulungagung Meninggal Dunia Usai Kerja Bakti di Candi Dadi

Sementara, bagi pengungsi yang tidak memiliki keluarga disiapkan akomodasi dan kebutuhan pokok di pusat pengungsian dan pemerintah menjamin hak-haknya.

"Namanya perang menyangkut keselamatan tentu takut dan tertekan. Kasihan sama yang rentan-rentan, orang tua, ibu-ibu dan anak-anak. Saya gak kebayang ada di posisi mereka. Semoga segera mungkin konflik usai dan dua negara segera berdamai," harapnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.