Selasa, 23 Jun 2026 13:39 WIB

Gubuk Weringin, Nongkrong Asyik di Kaki Gunung Penanggungan Trawas Mojokerto

  • Penulis :
  • | Rabu, 12 Jan 2022 07:48 WIB
Gubuk Weringin Trawas di Kampung Brenjonk, Desa Penanggungan, Mojokerto. (Foto-foto: Safrial Anggra/jatimnow.com)
Gubuk Weringin Trawas di Kampung Brenjonk, Desa Penanggungan, Mojokerto. (Foto-foto: Safrial Anggra/jatimnow.com)

Mojokerto - Nama Kampung Brenjonk yang semakin terkenal karena budidaya tanaman organiknya hingga dikunjungi banyak orang, memicu Nuriati melihat peluang membuka usaha dengan menyediakan spot instagramable.

Ia dan keluarga pun menyulap area persawahan menjadi gubuk nyaman nan asri yang dinamainya Gubuk Weringin Trawas. Warung milik Nuriati ini cocok menjadi pilihan nongkrong saat berkunjung ke Brenjonk.

Baca Juga: Aturan Berubah, Pengelola Pantai di Tulungagung Dilarang Tarik Tiket Masuk

Lokasi Kampung Organik Brenjonk berada di Desa Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Nuriati, suami, dan dua anaknya, memilih nama weringin yang berarti pohon beringin, dengan harapan gubuknya bisa jadi tempat berteduh wisatawan yang datang ke kampungnya. Gubuk Weringin semakin membuat nyaman karena dilengkapi tenda-tenda kecil yang bisa digunakan sebagai spot nongkrong.

"Awale liat (awalnya melihat) kok banyak orang yang foto di tengah jalan hadap ke Penanggungan, akhire punya pikiran buat sulap sawahku jadi warung aja, eh ternyata rame," ujar Nuriati, Selasa (12/1/2022) sore.

Gubuk Weringin didirikannya sejak 17 Agustus 2019 dan langsung menghadap Gunung Penanggungan. Jika beruntung, pengunjung bisa ngopi santai sambil melihat puncak Pawitra tanpa tertutup kabut.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Saat ramai, Nuriati dibantu dua anaknya untuk menjaga warung. Tak jarang, terutama pada akhir pekan, ia meminta tolong tetangga atau teman anak-anaknya untuk turut membantu di lokasi.

Meski penghasilannya tak menentu, Nuriati bersyukur karena kampungnya selalu didatangi pengunjung. Kini, ia bisa mengantongi Rp800 ribu sampai Rp5 juta dari membuka usaha Gubuk Weringin.

"Nggak mesti, kadang kalau hari biasa sepi palingan 800-an, kalau Sabtu-Minggu ramai bisa sampe 1-5jutaan sehari," jelasnya.

Di Gubuk Weringin, pengunjung bisa menikmati mene sederhana buatan Nuriati dan keluarga. Tersedia menu nasi sambal, pecel, bakso, urap sayur, serta aneka minuman hangat dan dingin.

Baca Juga: Sarangan-Jatim Park Hujan, Cuaca KBS dan Taman Safari Cerah Hari Ini

Untuk bisa bersantai sambil menikmati udara sejuk di Gubuk Weringin, anda bisa datang dari pukul 07.00 WIB hingga 18.00 WIB. Jika masih penasaran, bisa juga klik @gubukweringintrawas di Instagram.

Reporter: Safrial Anggra

Nuriati, pemilik Gubuk Weringin.Nuriati, pemilik Gubuk Weringin.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.