Jumat, 24 Jul 2026 00:57 WIB

Gali Tanah, Pekerja Proyek JIIPE Temukan Mortir

Lokasi penemuan mortir di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE). (Foto: Polsek Manyar/jatimnow.com)
Lokasi penemuan mortir di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE). (Foto: Polsek Manyar/jatimnow.com)

Gresik - Pekerja proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, menemukan bahan peledak jenis mortir sepanjang 25 sentimeter, Rabu (29/12/2021).

Penemuan mortir berawal saat pekerja melakukan proses penggalian pengencangan tanah atau stone kolom untuk conveyor. Begitu melihat ada benda menyerupai tabung, pekerja lalu menghentikan penggalian.

Baca Juga: Tanam 1.000 Mangrove, JIIPE Berkomitmen Jadi KEK Ramah Lingkungan

Begitu didekati ternyata benda tersebut adalah mortir. Menyadari temuannya adalah bahan peledak, pekerja kemudian melapor ke Polsek Manyar.

Kapolsek Manyar, AKP Windu Priyo Prayitno membenarkan penemuan mortir tersebut. Mortir sempat menyangkut di alat pekerja saat melakukan penggalian.

"Penemuannya di area proyek pada kedalaman tanah satu meter," kata Kapolsek Manyar, AKP Windu Priyo Prayitno.

Begitu mendapat laporan, anggota Polsek Manyar langsung menuju lokasi untuk melakukan sterilisasi lokasi dari aktivitas kerja dengan memasang garis polisi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Danrem 084/Bhaskara Jaya Tinjau JIIPE Gresik, Perkuat Sinergi Investasi di Jatim

"Kami juga segera berkoordinasi dengan tim Jihandak (Penjinak Bahan Peledak) Brimob Tandes untuk mengidentifikasi barang tersebut," jelas perwira dengan tiga balok di pundak itu.

Windu mengungkap, kondisi mortir tersebut sudah berkarat dan diduga penginggalan zaman penjajahan. Pihaknya kemudian mengambil langkah cepat berkoodinasi dengan pihak pelabuhan guna mencari lokasi yang aman untuk peledakan.

"Karena kondisinya sudah berkarat, khawatir bisa meledak sewaktu-waktu," ucapnya.

Baca Juga: Perkuat Pengamanan Obvitnas, JIIPE Serahkan Fasilitas Kantor Kepolisian Modern

Windu mengimbau agar masyarakat termasuk para pekerja KEK JIIPE agar segera melapor jika menemukan benda mencurigakan.

“Para pekerja harus waspada. Kalau ada yang mencurigakan langsung lapor,” tegasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.