Jumat, 24 Jul 2026 12:13 WIB

Perpustakaan UK Petra Hadirkan Pohon Natal Perkakas Bambu

  • Penulis :
  • | Senin, 13 Des 2021 17:25 WIB
Pohon Natal Perkakas Bambu yang berada di Perpustakaan UK Petra. (Foto: Shella Shofiyannajah/jatimnow.com)
Pohon Natal Perkakas Bambu yang berada di Perpustakaan UK Petra. (Foto: Shella Shofiyannajah/jatimnow.com)

Surabaya - Dalam rangka menyambut Natal, UK Petra menghadirkan Pohon Natal Perkakas Bambu di ruang pamer Perpustakaan UK Petra, Senin (13/12/2021).

Bertema Nusantara, UK Petra menjunjung budaya dan mengusung filosofi pohon bambu sebagai peringatan kali ini.

Baca Juga: Rumah Dua Lantai di Jagir Wonokromo Surabaya Ludes Terbakar

"Mengikuti nuansa Natal universitas yaitu budaya nusantara. Peringatan kali ini kita diingatkan untuk belajar dari pohon bambu. Bambu ini memiliki akar yang sangat kuat tetapi hidupnya berkelompok dan berdampingan dengan yang lainnya," ujar Kepala Perpustakaan UK Petra Dian Wulandari.

"Hal ini semakin memperkuat dari hempasan angin dan badai. Hendaknya kita belajar dari bambu ini dengan memiliki pondasi hidup yang kuat yaitu firman Tuhan. Sehingga ketika menghadapi badai kehidupan, kita tidak akan mudah putus asa," tambah Dian.

Pohon Natal yang beda dari biasanya ini terbuat dari 544 perkakas dapur yang terbuat dari bambu. Setinggi 7 meter dan tersusun dari 188 kalo, 115 tempeh, 70 tedok, 75 irek dan 60 pincuk yang dibuat oleh Dosen Luar Biasa prodi Desain Komunikasi Visual (DKV), Trimarta Bagus beserta tim.

Selain hadirkan Pohon Natal 'Nusantara', ditampilkan pula tarian Bedoyo Wulandaru yang dibawakan oleh salah satu mahasiswa UK Petra.

Baca Juga: Anomali Cuaca! Masuk Musim Kemarau, Surabaya Malah Dikepung Banjir

"Tarian ini merupakan tarian kebahagiaan, yang menggambarkan Natal adalah sebuah berita sukacita sebab kedatangan Sang Meisas, Yesus Kristus yang membawa berita keselamatan bagi umat manusia," jelas Dian.

Sementara itu, Rektor UK Petra Prof Dr Ir Djwantoro Hardjito mengatakan, bambu dinilai cocok untuk mewakili nusantara.

"Pohon bambu ini juga selain ada filosofinya, tetapi bambu ini benar-benar nusantara. Dari Aceh sampai Papua, daerah mana yang bambu tidak bisa tumbuh? Dan bambu digunakan secara luas, ini mewakili perkakas dapur dalam berbagai jenis bentuknya, bambu itu bisa mewakili nusantara kita. Memang kabar baik ini, kabar baik untuk nusantara kita semua. Supaya memasuki tahun depan kita memiliki harapan dan kekuatan baru," urai Prof Djwantoro Hardjito.

Baca Juga: Mendikdasmen Pantau TKA Hari Kedua di Surabaya

"Hari Natal itu artinya kabar baik. Kami semua berharap Natal tahun ini menjadi kabar baik bagi nusantara kita, bagi negara kita yang sepanjang tahun mengalami cobaan luar biasa berat," harap Prof Djwantoro.

Reporter: Shella Shofiyannajah

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.