Minggu, 07 Jun 2026 20:17 WIB

Perpustakaan UK Petra Hadirkan Pohon Natal Perkakas Bambu

  • Penulis :
  • | Senin, 13 Des 2021 17:25 WIB
Pohon Natal Perkakas Bambu yang berada di Perpustakaan UK Petra. (Foto: Shella Shofiyannajah/jatimnow.com)
Pohon Natal Perkakas Bambu yang berada di Perpustakaan UK Petra. (Foto: Shella Shofiyannajah/jatimnow.com)

Surabaya - Dalam rangka menyambut Natal, UK Petra menghadirkan Pohon Natal Perkakas Bambu di ruang pamer Perpustakaan UK Petra, Senin (13/12/2021).

Bertema Nusantara, UK Petra menjunjung budaya dan mengusung filosofi pohon bambu sebagai peringatan kali ini.

Baca Juga: Mendikdasmen Pantau TKA Hari Kedua di Surabaya

"Mengikuti nuansa Natal universitas yaitu budaya nusantara. Peringatan kali ini kita diingatkan untuk belajar dari pohon bambu. Bambu ini memiliki akar yang sangat kuat tetapi hidupnya berkelompok dan berdampingan dengan yang lainnya," ujar Kepala Perpustakaan UK Petra Dian Wulandari.

"Hal ini semakin memperkuat dari hempasan angin dan badai. Hendaknya kita belajar dari bambu ini dengan memiliki pondasi hidup yang kuat yaitu firman Tuhan. Sehingga ketika menghadapi badai kehidupan, kita tidak akan mudah putus asa," tambah Dian.

Pohon Natal yang beda dari biasanya ini terbuat dari 544 perkakas dapur yang terbuat dari bambu. Setinggi 7 meter dan tersusun dari 188 kalo, 115 tempeh, 70 tedok, 75 irek dan 60 pincuk yang dibuat oleh Dosen Luar Biasa prodi Desain Komunikasi Visual (DKV), Trimarta Bagus beserta tim.

Selain hadirkan Pohon Natal 'Nusantara', ditampilkan pula tarian Bedoyo Wulandaru yang dibawakan oleh salah satu mahasiswa UK Petra.

Baca Juga: Cuaca Jatim Hari Ini, Hujan Petir Mengancam 12 Daerah

"Tarian ini merupakan tarian kebahagiaan, yang menggambarkan Natal adalah sebuah berita sukacita sebab kedatangan Sang Meisas, Yesus Kristus yang membawa berita keselamatan bagi umat manusia," jelas Dian.

Sementara itu, Rektor UK Petra Prof Dr Ir Djwantoro Hardjito mengatakan, bambu dinilai cocok untuk mewakili nusantara.

"Pohon bambu ini juga selain ada filosofinya, tetapi bambu ini benar-benar nusantara. Dari Aceh sampai Papua, daerah mana yang bambu tidak bisa tumbuh? Dan bambu digunakan secara luas, ini mewakili perkakas dapur dalam berbagai jenis bentuknya, bambu itu bisa mewakili nusantara kita. Memang kabar baik ini, kabar baik untuk nusantara kita semua. Supaya memasuki tahun depan kita memiliki harapan dan kekuatan baru," urai Prof Djwantoro Hardjito.

Baca Juga: Hadiri Natal di Gereja Tuhan "Jemaat Salomo" Kediri, Mbak Vinanda Teguhkan Persatuan

"Hari Natal itu artinya kabar baik. Kami semua berharap Natal tahun ini menjadi kabar baik bagi nusantara kita, bagi negara kita yang sepanjang tahun mengalami cobaan luar biasa berat," harap Prof Djwantoro.

Reporter: Shella Shofiyannajah

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.