Rabu, 22 Jul 2026 08:50 WIB

Erupsi Gunung Semeru

Cerita Pengabdian Rumini Pada Ibunya Semasa Hidup

Rumini (tengah) semasa hidup bersama Imam Syafii suaminya dan anaknya (Foto: Suami Rumini, Imam Syafii for jatimnow.com)
Rumini (tengah) semasa hidup bersama Imam Syafii suaminya dan anaknya (Foto: Suami Rumini, Imam Syafii for jatimnow.com)

Lumajang - Kisah pengabdian Rumini (28) terhadap Salamah (71), ibunya, menjadi perbincangan perbincangan hangat masyarakat di balik bencana erupsi Gunung Semeru.

Keduanya ditemukan meninggal di bagian dapur rumah mereka di Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang pada Minggu (4/12/2021). Jenazah keduanya tertimbun abu vulkanil akibat erupsi Semeru yang terjadi pada Sabtu (3/12/2021) sore.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

"Saat kami temukan, istri saya dalam posisi memeluk ibu mertua. Keduanya meninggal dunia," ucap suami Rumini, Imam Syafii saat ditemui di rumah orangtuanya Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Rabu (8/12/2021).

Pria 30 tahun ini bercerita, semenjak lima tahun dinikahinya, Rumini setiap hari bekerja sebagai ibu rumah tangga. Apalagi dalam dua tahun terakhir, Rumini harus mengurus ibunya yang sudah tidak bisa berjalan, serta momong Zaki Pratama (4), anaknya.

"Ibu mertua tidak bisa jalan sejak dua tahun lalu, setelah jatuh di depan rumah," tutur Imam.

Baca Juga: Terperosok Jurang 375 Meter, Pendaki Semeru Dievakuasi dengan Slope Rescue

Menurut Imam, akibat jatuh itu, ibu mertuanya hanya bisa berjalan bila memakai tongkat. Dan sehari-hari, Rumini lah yang merawat ibunya.

"Setiap hari istri saya yang merawat. Mulai dari memandikan hingga memakaikan pakaian. Memasak, cuci baju dan lain-lain. Saya yang mencari nafkah," ungkap dia.

Baca Juga: Dua Pendaki Ilegal Semeru Berhasil Dievakuasi, Satu Masih Terjebak di Jurang

Imam menambahkan, sebelum jatuh dan tidak bisa berjalan, ibu mertuanya itu berprofesi sebagai petani dan kadang kadang menjadi buruh tani membantu bapak mertuanya.

"Bapak mertua saya meninggal tahun kemarin sebelum erupsi (Gunung Semeru) pertama, sekitar 2019. Pas erupsi kedua itu bapak meninggal dapat satu tahun," kenang Imam.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.