Minggu, 07 Jun 2026 07:13 WIB

Erupsi Gunung Semeru

Cerita Pengabdian Rumini Pada Ibunya Semasa Hidup

Rumini (tengah) semasa hidup bersama Imam Syafii suaminya dan anaknya (Foto: Suami Rumini, Imam Syafii for jatimnow.com)
Rumini (tengah) semasa hidup bersama Imam Syafii suaminya dan anaknya (Foto: Suami Rumini, Imam Syafii for jatimnow.com)

Lumajang - Kisah pengabdian Rumini (28) terhadap Salamah (71), ibunya, menjadi perbincangan perbincangan hangat masyarakat di balik bencana erupsi Gunung Semeru.

Keduanya ditemukan meninggal di bagian dapur rumah mereka di Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang pada Minggu (4/12/2021). Jenazah keduanya tertimbun abu vulkanil akibat erupsi Semeru yang terjadi pada Sabtu (3/12/2021) sore.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

"Saat kami temukan, istri saya dalam posisi memeluk ibu mertua. Keduanya meninggal dunia," ucap suami Rumini, Imam Syafii saat ditemui di rumah orangtuanya Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Rabu (8/12/2021).

Pria 30 tahun ini bercerita, semenjak lima tahun dinikahinya, Rumini setiap hari bekerja sebagai ibu rumah tangga. Apalagi dalam dua tahun terakhir, Rumini harus mengurus ibunya yang sudah tidak bisa berjalan, serta momong Zaki Pratama (4), anaknya.

"Ibu mertua tidak bisa jalan sejak dua tahun lalu, setelah jatuh di depan rumah," tutur Imam.

Baca Juga: Terperosok Jurang 375 Meter, Pendaki Semeru Dievakuasi dengan Slope Rescue

Menurut Imam, akibat jatuh itu, ibu mertuanya hanya bisa berjalan bila memakai tongkat. Dan sehari-hari, Rumini lah yang merawat ibunya.

"Setiap hari istri saya yang merawat. Mulai dari memandikan hingga memakaikan pakaian. Memasak, cuci baju dan lain-lain. Saya yang mencari nafkah," ungkap dia.

Baca Juga: Dua Pendaki Ilegal Semeru Berhasil Dievakuasi, Satu Masih Terjebak di Jurang

Imam menambahkan, sebelum jatuh dan tidak bisa berjalan, ibu mertuanya itu berprofesi sebagai petani dan kadang kadang menjadi buruh tani membantu bapak mertuanya.

"Bapak mertua saya meninggal tahun kemarin sebelum erupsi (Gunung Semeru) pertama, sekitar 2019. Pas erupsi kedua itu bapak meninggal dapat satu tahun," kenang Imam.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.