Jumat, 24 Jul 2026 07:02 WIB

Jadi Relawan Matana Setara Kuliah 4 SKS di UMSurabaya

Surabaya - Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melaksanakan proyek kemanusiaan mengajak mahasiswanya untuk menjadi Relawan Mahasiswa Tanggap Bencana (Matana).

Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk meningkatkan empati atas kondisi sosial yang saat ini terjadi di wilayah beberapa desa di Lumajang yang terdampak erupsi Gunung Semeru.

Baca Juga: Foto: Catwalk Fashion Show Perkenalkan Identitas Baru UMSURA

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Surabaya, Dede Nasrullah menjelaskan bahwa aksi kemanusiaan bagian dari menumbuhkan rasa empati mahasiswa. Proyek kemanusiaan ini dapat dikonversi sebagai Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan kredit 4 SKS. 

"Kami membuka kesempatan kepada mahasiswa aktif UM Surabaya mendaftarkan diri menjadi relawan bencana. Mahasiswa yang terpilih direkognisi nilai mata kuliah KKN. Hal ini merupakan bagian dari implementasi MBKM" ujar Dede dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/12/2021). 

Dede menambahkan bahwa pendaftaran baru dibuka sehari sudah ada puluhan mahasiswa yang daftar. Banyaknya pendaftar akan dilakukan seleksi personal, administratif dan wawancara. Mereka yang lolos yang akan diberangkatkan. 

Baca Juga: UM Surabaya Bertransformasi Jadi UMSURA, 7 Jurus Rektor Pacu Kampus Go-Global

Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UM Surabaya, M Ridlwan menyampaikan komitmennya atas pentingnya menerapkan program MBKM. 

"Kampus harus tanggap pada masalah kebencanaan khususnya erupsi Gunung Semeru. Semoga melalui program MBKM, yaitu pada konteks proyek kemanusiaan ini, pemulihan pada korban erupsi segera teratasi," ujar M Ridlwan.

Baca Juga: Dua Inovasi UM Surabaya Lolos ke Konferensi Internasional SIGMA Asia 2025

Dia menambahkan bahwa program tersebut akan dilaksanakan selama satu bulan mulai 21 Desember - 21 Januari 2022 dengan melakukan serangkaian kegiatan di antaranya memberikan trauma healing, melakukan recovery, berjaga di dapur umum, melakukan distribusi bantuan, pendampingan pendidikan. 

"Tentu kegiatan ini kami akan bekerjasama dengan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) yang telah berpengalaman menangani bencana, serta Lazis-Mu untuk penyaluran bantuan kepada korban," imbuhnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.