Selasa, 23 Jun 2026 16:20 WIB

Sanksi Komdis PSSI Jatim, Manajemen Persibo Bantah Gunakan Pemain Tidak Sah

Persibo Bojonegoro saat melawan Mitra Surabaya. (Foto: tangkapan layar)
Persibo Bojonegoro saat melawan Mitra Surabaya. (Foto: tangkapan layar)

Bojonegoro - Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jatim melalui siarannya di website resmi PSSI Jatim, mendiskualifikasi kemenangan Persibo Bojonegoro saat melawan Mitra Surabaya dalam pertandingan Babak 32 Besar Liga 3 Jatim, karena diduga memainkan pemain tidak sah.

Keputusan Komdis tersebut juga ditayangkan di website resmi PSSI Jatim. Dalam putusannya Komdis menghukum Persibo dengan kekalahan WO 3-0 serta denda sebesar Rp 50 juta.

Baca Juga: Laga Persik Kediri VS Arema FC Dipindah ke Gresik, Ini Alasannya

Dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik, Kamis (2/12/2021) tersebut, Persibo sebenarnya meraih 3 poin karena memenangi pertandingan dengan skor 1-0. Namun karena skuad tim berjuluk Laskar Angling Dharma itu diduga menggunakan pemain tidak sah. Maka kemenangannya dianggap tidak sah.

Keputusan ini diambil setelah Komite Disiplin merespon laporan dari Mitra Surabaya mengenai pemain Persibo yakni Ichsanul Amal Zardan Aroby dan Muhammad Amar Fadzillah karena menggunakan nomor punggung tidak sesuai dengan yang didaftarkan di PSSI Jatim.

Dalam daftar susunan pemain (DSP) Ichsanul Amal Zardan Aroby (Oby) seharusnya menggunakan nomor punggung 16 namun pada babak kedua dia menggunakan nomor punggung 26. Sedangkan Muhammad Amar Fadzillah yang di DSP menggunakan nomor punggung 26, pada babak kedua menggunakan nomor punggung 16.

Karena itulah Komdis mendiskualifikasi keduanya sebagai pemain tidak sah karena menggunakan identitas tidak sesuai dengan yang didaftarkan ke PSSI Jatim, serta tidak selaras dengan DSP sebagaimana dimaksud Pasal 56 angka 1 Kode Disiplin PSSI.

Manager Persibo, Sally Atyasasmi, saat dikonfirmasi mengenai langkah apa yang akan diambil manajemen untuk melakukan banding, ia menjawab jika hal tersebut telah dirilis di akun intagram resmi Persibo.

“Cek di IG Persibo,” jawab Selly melalui pesan WhatsApp, Sabtu (4/12).

Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan 17 Stadion di Sidoarjo, Ini Daftarnya

Dalam akun Instagram @persibo.bojonegoro dijelaskan jika manajemen Persibo akan menanggapi surat keputusan KOMDIS PSSI-JATIM Nomor 003/KOMDIS/JTM-XI-2021. Manajemen Persibo Bojonegoro menyatakan:

1. Manajemen Persibo Bojonegoro akan melakukan banding terhadap keputusan Komdis PSSI Jatim yang menghukum Persibo kalah WO 3-0 dan denda Rp 50 juta.

2. Persibo menampik keras anggapan bahwa Zardan Aroby (nomor punggung 16) dan M Amar Fadzillah (nomor punggung 26) merupakan pemain tidak sah. Keduanya adalah pemain yang sudah terdaftar dan telah disahkan oleh perangkat pertandingan sebelum laga antara Persibo dan Mitra Surabaya dilaksanakan pada Kamis 2 Desember 2021.

3. Ketika pertandingan babak kedua berjalan, tim Persibo menyadari ketidaksesuaian antara jersey yang dipakai oleh Zardan Aroby dan Amar Fadzilah. Pada babak kedua tersebut, secara TIDAK SENGAJA jersey nomer 16 milik Zardan Aroby dipakai oleh Amar Fadzillah, dan jersey nomor 26 milik Amar Fadzillah dipakai oleh Zardan Aroby. Kekeliruan ini murni human error dan tidak disengaja. Sebab, dibabak kedua, celana yang dipakai Zardan Aroby dan Amar Fadzillah masih sesuai nomor punggung sebenarnya.

Baca Juga: Seri Lawan Persibo, Gresik United Berada di Tepi Jurang Degradasi

4. Kekeliruan itu sudah DILAPORKAN oleh official Persibo kepada Pengawas Pertandingan yang bertugas dan oleh Pengawas Pertandingan diminta tetap melanjutkan pertandingan.

5. Persibo menekankan bahwa kekeliruan jersey itu TIDAK DISENGAJA dan murni kelalaian pemain ketika sedang berada di ruang ganti saat interval menuju babak kedua.

Sementara chief executive officer (CEO) Persibo Bojonegoro Persibo Abdullah Umar saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, menegaskan jika manajemen Persibo pasti akan melakukan banding.

“Banding mas,” tegas Abdullah Umar.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.